Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Sidang Ijazah Gibran, KBRI Canberra Sebut Australia Tak Pernah Nyatakan Pathway Setara SMA

 

PedomanBengkulu.com, Jakarta - Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra Yuli Rahmawati menuturkan bahwa Pemerintah Australia tidak pernah menyatakan program pathway setara dengan Senior Secondary School atau SMA. 

"Secara khusus pemerintah Australia tidak pernah menyampaikan bahwa pathway, baik professional education maupun pathway yang ada di Australia merupakan setara dengan Senior Secondary School," kata Yuli dalam sidang lanjutan gugatan terhadap ijazah Gibran Rakabuming Raka, di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Jumat (2/10/2026). 

Yuli menyampaikan, Pemerintah Australia hanya menyampaikan bahwa pathway merupakan program yang diikuti bagi calon mahasiswa.

"Mereka menyampaikan itu adalah pathway yang dilakukan bagi calon mahasiswa-mahasiswa dengan berbagai karakteristik untuk menuju jenjang sarjana," tuturnya. 

Lebih lanjut, Yuli menuturkan bahwa pelaporan hasil pendidikan WNI di Australia bukan melalui Atase Pendidikan dan Kebudayaan.

Namun, Atase Pendidikan dan Kebudayaan bertugas memberikan informasi khusus, termasuk surat keterangan bagi calon mahasiswa yang datang ke Australia. 

"Data wajib melapor biasanya ada di Protokol dan Konsuler, tapi memang kami secara Atdikbud sering memberikan informasi khususnya mendekati masa mahasiswa datang ke Australia," ucap Yuli. 

"Hal-hal apa yang perlu dilakukan termasuk lapor studi ataupun surat keterangan ketika mereka kembali ke Indonesia," sambungnya.

Yuli menyebut KJRI Sydney juga telah melaporkan tidak pernah ada permohonan dokumen terkait pendidikan Gibran. 

"Khusus pertanyaan terkait dengan KJRI Sydney, jadi kami ada reguler pelaporan dari masing-masing perwakilan baik KJRI Sydney, Perth, kemudian di Darwin, di Melbourne terkait dengan surat keterangan yang dilakukan oleh para mahasiswa ataupun siswa di Indonesia," ucap Yuli. 

"Sehingga KJRI Sydney sudah menyampaikan kepada kami bahwa tidak ada permohonan dokumen-dokumen yang terkait," tandasnya.


Sumber: nasional.kompas.com