Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Senator Leni John Latief Kenakan Pakaian Adat Bengkulu dalam Sidang Paripurna HUT ke-22 DPD RI, Tegaskan Suara Daerah Harus Didengar

PedomanBengkulu.com, Jakarta – Memasuki usia ke-22 tahun, Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) terus memperkuat perannya sebagai lembaga representasi daerah dalam mengawal aspirasi masyarakat dan memperjuangkan kepentingan daerah di tingkat nasional.

Ada nuansa berbeda dalam Sidang Paripurna Peringatan HUT ke-22 DPD RI kali ini. Anggota Komite I DPD RI, Hj Leni Haryati John Latief, turut memperingati momentum tersebut dengan mengenakan pakaian adat Bengkulu. Pilihan busana tersebut menjadi simbol kebanggaan terhadap identitas daerah sekaligus pesan bahwa keberagaman budaya dan karakter daerah merupakan bagian penting dari wajah Indonesia.

Menurutnya, perjalanan 22 tahun DPD RI merupakan bagian dari proses penguatan demokrasi Indonesia, khususnya dalam menghadirkan keterwakilan daerah dalam sistem ketatanegaraan.

“DPD RI hadir membawa suara daerah ke tingkat nasional. Karena itu, aspirasi masyarakat di setiap daerah harus menjadi bagian penting dalam penyusunan dan pengambilan kebijakan nasional,” kata Hj Leni Haryati John Latief.

Lulusan Magister Administrasi Publik Universitas Bengkulu ini menegaskan, keberagaman kondisi sosial, ekonomi, geografis, serta potensi setiap daerah merupakan kekuatan yang harus menjadi pertimbangan dalam merumuskan kebijakan pembangunan.

Dalam konteks tersebut, DPD RI memiliki tugas konstitusional untuk menyerap, menghimpun, menampung, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat daerah. Aspirasi tersebut kemudian disuarakan melalui fungsi legislasi, pertimbangan, pengawasan, serta penyampaian pandangan dan rekomendasi kepada pemerintah maupun lembaga negara terkait.

Ia menilai, penguatan hubungan antara pemerintah pusat dan daerah menjadi salah satu kunci agar pembangunan dapat berlangsung secara lebih merata dan berkeadilan.

“Indonesia tidak akan maju jika pembangunan hanya bertumpu pada pusat. Kemajuan Indonesia harus dibangun bersama dengan daerah. Potensi daerah harus diperkuat, sementara berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah harus mendapatkan perhatian dalam kebijakan nasional,” ujar Hj Leni Haryati John Latief.

Sebagai senator dari Bengkulu, ia juga menegaskan komitmennya untuk terus membawa berbagai persoalan dan kepentingan masyarakat Bumi Merah Putih ke tingkat nasional. Hal itu dilakukan melalui penyerapan aspirasi, kunjungan kerja, pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan pemerintah, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Menurut dia, Bengkulu memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, kelautan dan perikanan, pariwisata, hingga sumber daya manusia. Namun, pengembangan potensi tersebut membutuhkan dukungan kebijakan nasional yang selaras dengan kebutuhan daerah.

“Bengkulu memiliki potensi besar. Tugas kita adalah memastikan potensi itu mendapat ruang dalam kebijakan nasional sehingga manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” tandas Hj Leni Haryati John Latief.

Memperingati 22 tahun DPD RI, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga semangat kebersamaan dan memperkuat demokrasi yang berorientasi pada kepentingan rakyat.

Pembina Bundo Kanduang Provinsi Bengkulu ini berharap DPD RI ke depan semakin mampu menjalankan fungsi representasi daerah secara efektif dan konsisten, sekaligus menjadi jembatan yang kuat antara kepentingan masyarakat di daerah dengan kebijakan pemerintah pusat.

“Dua puluh dua tahun DPD RI harus menjadi momentum untuk memperkuat pengabdian dan menghadirkan kerja nyata. Dari daerah, kita menyuarakan kepentingan masyarakat untuk Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera,” pungkas Hj Leni Haryati John Latief.