Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Kondisi Kualitas Udara di Kalimantan dan Sumatra Hari Ini Imbas Kebakaran Hutan

 

PedomanBengkulu.com, Jakarta - Kualitas udara di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan berada pada kondisi mengkhawatirkan. Kebakaran hutan yang belum padam menimbulkan kabut asap yang menyelimuti daerah-daerah di Sumatra dan Kalimantan.

Kabut asap diduga membuat kualitas udara di daerah-daerah Sumatra dan Kalimantan masuk kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya bila terus menerus dihirup masyarakat.

Berdasarkan data dari kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) US dibagikan IQAir pada Rabu (14/10/2026), sejumlah wilayah di Sumatra seperti Palembang, Sumatra Selatan berada dalam kondisi berbahaya pada angka 877.

Angka tersebut menunjukkan udara di Palembang masuk kategori berbahaya. Data IQAir juga menunjukkan konsentrasi partikel halus PM2.5 di Palembang mencapai 514.7 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Partikel PM2.5 merupakan polutan berukuran sangat kecil dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan berpotensi mencapai aliran darah. Paparan PM2.5 dalam konsentrasi tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, mulai dari iritasi mata dan tenggorokan hingga gangguan pernapasan. Kondisi tersebut juga dapat memperburuk penyakit yang telah diderita masyarakat.

Selain Palembang, kualitas udara di Lampung berada dalam kondisi tidak sehat pada angka 158. Kualitas udara di Provinsi Jambi berada pada angka 198 yang menunjukkan kondisi tidak sehat.

Kondisi serupa juga terjadi di Provinsi Riau. Kualitas udara di Pekanbaru pagi ini berada pada kondisi berbahaya dengan angka 401.

Di Padang, Sumatera Barat, kualitas udara berada pada kategori tidak sehat pada angka 227. Begitu pula di Medan, Sumatra Utara yang tercatat berada dalam kondisi tidak sehat pada angka 205.

Bergeser ke Kalimantan, kualitas udara di tanah Borneo juga berada pada kondisi mengkhawatirkan. Api kebakaran hutan yang masih membara membuat kabut asap pekat menyelimuti sejumlah daerah di Kalimantan.

Di Kalimantan Barat, kualitas udara di daerah Kubu Raya, Sintang hingga Pangkalanbun berada dalam kategori berbahaya dengan angka 1144, sementara Pontianak dalam kondisi sangat tidak sehat dengan indeks 223.

Selanjutnya di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kualitas udara tak kalah buruk dengan kondisi berbahaya. Sementara kualitas Udara di Balikpapan, Kalimantan Timur masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

IQAir juga menunjukkan kebakaran hutan masih terjadi di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan hingga Barat. Kebakaran ini berada pada tahap rendah, sedang hingga tinggi.

Dampak Kualitas Udara terhadap Kesehatan
Tingkat risiko kesehatan bergantung pada kategori AQI, konsentrasi polutan, serta lamanya paparan. Ketika kualitas udara memburuk, kelompok sensitif, seperti anak-anak, lansia, dan orang dengan penyakit pernapasan atau jantung, perlu lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan.

Masyarakat disarankan memantau perkembangan kualitas udara secara berkala dan menyesuaikan aktivitas apabila tingkat pencemaran meningkat.

Jika kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat, mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan dapat membantu menekan paparan polutan. Menutup jendela ketika udara luar tercemar dan menggunakan penyaring udara dalam ruangan juga dapat menjadi langkah perlindungan tambahan.


Sumber: www.liputan6.com