Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

IHSG Terguncang Net Sell Asing Rp82 T, Tertinggi dalam 5 Tahun

 

PedomanBengkulu.com, Jakarta - Investor asing tercatat masih melangsungkan jual bersih (net sell) sepanjang 2026, dengan nilai Rp82,67 triliun hingga perdagangan kemarin. Alhasil, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah menyentuh level terendahnya sejak 2020.

Tertekan banyak sentimen negatif di pasar, IHSG tergelincir di zona merah dengan penurunan mencapai 28% year–to–date/ytd di level 6.195 hari ini, Selasa (6/10/2026).

Koreksi IHSG terjadi di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang masih jauh dari jalan damai. Selat Hormuz–jalur pelayaran strategis dan paling vital di dunia bagi distribusi minyak dan gas bumi– tertutup total, menyulut kenaikan harga minyak mentah hingga 80% sepanjang 2026.

Dari dalam negeri, ancaman turun kelas menjadi Frontier Market dari penyedia indeks global MSCI dalam pengumuman Annual Market Classification Review menjadi sentimen negatif bagi IHSG. Kinerja pasar saham pun tertekan, ditinggal sejumlah investor kakap yang dihantui kegelisahan tersebut.

Selama risiko terkait degradasi klasifikasi menjadi Frontier Market dan status freeze belum dicabut oleh MSCI, IHSG masih diambang ketidakpastian. Adapun keputusan final mengenai status pasar Indonesia amat menjadi perhatian investor, yaitu pada MSCI Index Review November 2026.

Seiring bertubi–tubinya tekanan di pasar, nilai tukar rupiah juga terus terdepresiasi. Kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) bahkan sempat menyentuh level terlemah di Rp18.171/US$.

Kombinasi berbagai sentimen tersebut membuat investor asing memutuskan hengkang. Angka net sell yang mencapai lebih dari Rp82 triliun tersebut menjadi yang terbesar setidaknya dalam 5 tahun ini.

Sebagai catatan, pada 2021 silam investor asing mencatat net buy mencapai Rp37,97 triliun, ditopang booming harga komoditas. Pada 2022, investor asing melanjutkan tren net buy mencapai Rp75,12 triliun.

Namun pada 2023 terjadi net sell Rp6,18 triliun. Lalu pada 2024, investor asing berhasil ke posisi net buy Rp16,52 triliun.

Tahun lalu, pasar saham Indonesia mencatat net sell investor asing Rp17,34 triliun. Jadi net sell sepanjang 2026 sudah jauh melebihi catatan 2025, meski tahun belum berakhir.

Adapun investor asing paling banyak menjual saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp32,08 triliun. Senada dengan tekanan jual, saham BBCA sepanjang tahun ini melemah mencapai 23,53%.

Selanjutnya, ada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang mencatat net sell sebesar Rp15,06 triliun. Saham BMRI pun melemah 19% secara ytd.

Investor asing juga melepas saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Nilai jual investor asing atas saham BBRI mencapai Rp12,12 triliun, yang membuat harga turun 13,93%.

Berikut 10 saham dengan nilai net sell terbesar, berdasarkan data BEI sepanjang tahun 2026:

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp32,08 triliun
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp15,06 triliun
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp12,12 triliun
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp9,72 triliun
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp7,41 triliun
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp5,35 triliun
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Rp3,36 triliun
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp2,88 triliun
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp2,77 triliun
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp2,41 triliun
Sementara, ini adalah 10 saham dengan net buy tertinggi:

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp2,28 triliun
PT Timah (Persero) Tbk (TINS) Rp2,07 triliun
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp1,92 triliun
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp1,68 triliun
PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp1,57 triliun
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp1,25 triliun
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Rp1,19 triliun
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp1,01 triliun
PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Rp642,79 miliar
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp601,37 miliar

sumber: www.bloombergtechnoz.com