PedomanBengkulu.com, JAKARTA - Harga emas dunia menguat pada Kamis (8/10) setelah menyentuh level terendah dalam dua bulan pada sesi sebelumnya.
Mengutip Reuters, harga emas spot naik 0,4% menjadi US$4.126,78 per troi ons pada pukul 14.16 waktu Eastern Daylight Time (EDT). Sehari sebelumnya, harga emas menyentuh level terendah sejak 5 Agustus 2026 akibat penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup naik 0,4% menjadi US$4.157 per ons.
Dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga bertahan tinggi selama dua sesi berturut-turut.
Strategis komoditas WisdomTree, Nitesh Shah, menilai kenaikan imbal hasil obligasi mencerminkan kekhawatiran yang meluas terhadap tingginya utang.
“Imbal hasil yang tinggi tampaknya menggarisbawahi kekhawatiran yang semakin meluas terhadap tingginya tingkat utang. Jika utang terus meningkat, emas sebagai antitesis mata uang fiat dan aset pemerintah kemungkinan akan lebih diminati,” kata Shah.
Risiko perubahan kebijakan moneter The Fed turut memengaruhi pergerakan harga emas. Risalah rapat bank sentral AS pada September menunjukkan perbedaan pandangan di antara para pejabat mengenai alasan untuk menaikkan suku bunga.
Sebagian pejabat menilai kenaikan suku bunga diperlukan untuk menahan dampak lonjakan harga energi dan guncangan harga lainnya.
Sementara itu, kelompok yang lebih hawkish menganggap kenaikan suku bunga penting untuk mengantisipasi inflasi yang mulai didorong oleh peningkatan permintaan.
“Risalah tersebut menegaskan bahwa belum ada jalur kebijakan yang benar-benar pasti, sehingga pasar emas menjadi sedikit lebih volatil,” ujar Shah.
Gubernur The Fed Christopher Waller pada Kamis menyatakan bahwa kenaikan suku bunga tambahan kemungkinan masih diperlukan.
Namun, ia menegaskan adanya fleksibilitas dalam menentukan kecepatan kenaikan dan tidak menutup kemungkinan bank sentral menahan suku bunga pada Oktober.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober sebesar 17%.
Sementara itu, probabilitas kenaikan pada Desember mencapai 81%. Kenaikan suku bunga cenderung menekan daya tarik emas karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil.
Dari sisi geopolitik, risiko serangan dan intimidasi terhadap kapal tanker meningkat saat kapal-kapal tersebut mengangkut pasokan penting melalui Selat Hormuz. Iran sebelumnya mengeluarkan peringatan baru akan memblokir jalur pelayaran yang tidak mendapat izin dari negara tersebut.
Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 1,9% menjadi US$58,98 per troi ons. Sebaliknya, platinum naik 0,1% menjadi US$1.637,41 per troi ons dan paladium menguat 0,1% menjadi US$1.126 per troi ons.
Sumber: www.idnfinancials.com
