Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma, Arian Sosial, mengatakan untuk tahun ini Seluma mendapat kuota sebanyak 5.000 petani dan seluruh pembiayaannya ditanggung langsung oleh BPDP (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit).
"Dinas Pertanian Kabupaten Seluma dalam hal ini mendapat program pendataan petani sawit. Programnya adalah STDB, Surat Tanda Budidaya. Surat ini nanti langsung ditandatangani oleh Pak Bupati," ujar Arian Sosial, Rabu (1/10/2026).
Menurut Arian, STDB ini sangat penting sebagai legalitas awal bagi petani. Dokumen tersebut menyatakan bahwa petani yang terdata sudah sah secara hukum sebagai pembudidaya sawit.
"Legalitas ini nanti bisa diperuntukkan untuk kenaikan kelas kebun masyarakat, sehingga pada ujungnya itu bisa untuk ke sertifikat yang dianjurkan secara nasional dan internasional," jelasnya.
Ia menegaskan, dengan memiliki STDB, petani akan lebih mudah untuk melangkah ke sertifikasi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil).
"Kalau STDB sudah ada, ini menjadi dasar legalitas yang kuat. Nanti ujungnya bisa untuk pengurusan sertifikat ISPO. ISPO ini kan sertifikasi perkebunan sawit berkelanjutan yang diakui nasional bahkan internasional, jadi nilai jual kebun masyarakat bisa naik kelas," tambah Arian.
Untuk proses pendataan, Dinas Pertanian melibatkan kelompok tani, kepala desa, tokoh masyarakat, dan ormas yang aktif.
Pendaftaran dilakukan melalui kelompok tani dengan mengisi form yang telah disiapkan.
"Form itu ada nama sesuai identitas di KTP KK, luas lahan, varietas, sampai ke koordinat kebun. Data ini kita sebarkan lewat Kades, kemudian kami verifikasi langsung ke lapangan, dilihat koordinatnya di-input secara program nasional," terangnya.
Arian menegaskan, tujuan utama dari program STDB ini bukan untuk pembagian bantuan, melainkan untuk tertib administrasi dan database petani sawit rakyat yang berkelanjutan.
"Tujuan dari STDB ini bukan menuju untuk mendapat program atau bantuan, tapi data ini akan bermanfaat dalam tertib administrasi database petani sawit rakyat. Dan dengan adanya ISPO nanti, petani kita akan lebih siap bersaing. Seandainya nanti ada program kelompok tani, data STDB ini akan lebih mempermudah karena sudah tertib administrasi," pungkasnya.
Penulis: Rahmat