Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Dampak Positif Belungguk Point, Usaha Odong-Odong Wisata Raup Cuan

 

PedomanBengkulu.com, Bengkulu - Sektor ekonomi di Kota Bengkulu kian bergairah seiring dengan ramainya aktivitas malam di Belungguk Point.

Kehadiran ruang publik baru ini terbukti sukses mendongkrak pendapatan para pelaku usaha kecil, salah satunya penyedia jasa odong-odong wisata yang kini kebanjiran penumpang saat malam hari.

Manfaat ekonomi dari penataan kawasan ini dirasakan langsung oleh para pengemudi odong-odong wisata. Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi sempat berbincang dengan salah seorang pengemudi untuk menggali perkembangan usaha mereka di pusat kota.

"Sejak kapan ada odong-odong ini?" tanya Dedy penasaran kepada salah satu pengemudi.

Mendapat pertanyaan tersebut, sang pengemudi menjelaskan bahwa bisnis odong-odong wisata miliknya justru baru mulai tumbuh dan menjamur sejak kawasan Belungguk Point ini resmi dibuka dan ramai dikunjungi warga.

Dedy kemudian mengulik lebih dalam mengenai perputaran uang yang didapatkan pengemudi setiap harinya. Tanpa ragu, pengemudi tersebut mengungkapkan bahwa dalam kondisi biasa saja, ia mampu mengantongi omzet ratusan ribu rupiah dalam semalam.

"Alhamdulillah, Rp400 ribu. Kalau lagi ramai, Alhamdulillah lebih pak," ungkap pengemudi tersebut.

la menambahkan, akhir pekan menjadi ladang rezeki yang paling potensial bagi jasanya. Roda odong-odongnya akan berputar paling kencang dengan muatan penuh terutama pada malam Sabtu, malam Minggu, dan malam Senin.

Mendengar pengakuan tersebut, Dedy menyimpulkan bahwa pembangunan ruang publik yang tepat sasaran otomatis memberikan dampak instan bagi kesejahteraan masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari pergerakan wisatawan lokal.

Tidak berhenti di situ, Dedy juga membagikan optimisme tinggi terkait masa depan wisata kota. Pemerintah Kota Bengkulu tengah menyelesaikan revitalisasi kawasan Kampung Cina. Kedepannya, rute odong-odong akan diperluas membentuk jaringan wisata terpadu yang menghubungkan Belungguk Point, Jalan Soeprapto, kawasan Pintu Batu, hingga ke Kampung Cina.

"Alhamdulillah, nanti akan lebih ramai lagi setelah Kampung Cina selesai," ujar Dedy menyemangati para pelaku usaha.

Harapan serupa dilontarkan oleh pengemudi odong-odong. Ia sangat mendukung langkah pemerintah daerah dalam menghidupkan kembali sudut-sudut kota yang mati suri menjadi destinasi wisata baru.

Pemerintah kota berharap, dengan semakin terintegrasinya ruang publik dan destinasi sejarah di Bengkulu, dampak ekonomi tidak hanya dinikmati oleh pengemudi odong-odong wisata, melainkan juga merembet ke pedagang kuliner kaki lima, pelaku UMKM, dan sektor informal lainnya di sekitar kawasan.