PedomanBengkulu.com, Jakarta- Perekonomian Asia diproyeksikan tumbuh 5 persen pada 2026, meski laju pertumbuhan setiap negara berbeda. Berdasarkan laporan Asian Development Outlook (ADO) September 2026 yang dikutip Visual Capitalist, Taiwan diperkirakan mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Asia.
Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Taiwan diproyeksikan mencapai 11 persen pada 2026. Sementara itu, Indonesia menempati peringkat ke-11 dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen, sedikit di atas rata-rata kawasan Asia.
Daftar negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia
Data ADO terbaru menunjukkan peta pertumbuhan ekonomi di Asia tidak bergerak seragam. Beberapa negara berkembang diprediksi tumbuh rata-rata 5 persen. Namun, sejumlah negara diproyeksikan mampu melesat lebih tinggi berkat karakteristik ekonomi masing-masing.
Lebih lengkap, berikut daftar 18 negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia berdasarkan ADO per September 2026.
- Taiwan – 11 persen
- Kyrgyzstan – 8,9 persen
- Vietnam – 7,8 persen
- Tajikistan – 7 persen
- Uzbekistan – 7 persen
- India – 7 persen
- Bhutan – 6,5 persen
- Georgia – 6,3 persen
- Turkmenistan – 6,3 persen
- Mongolia – 5,7 persen
- Indonesia – 5,2 persen
- Armenia – 5 persen
- Singapura – 5 persen
- Malaysia – 4,9 persen
- Kazakhstan – 4,8 persen
- China – 4,6 persen
- Hong Kong – 4,2 persen
- Sri Lanka – 4 persen
Taiwan menempati peringkat teratas
Taiwan diproyeksikan mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Asia pada 2026, yakni sebesar 11 persen. Posisi berikutnya ditempati Kyrgyzstan dengan proyeksi pertumbuhan 8,9 persen dan Vietnam sebesar 7,8 persen. Sementara itu, Tajikistan, Uzbekistan, dan India diperkirakan sama-sama tumbuh 7 persen.
Tingginya proyeksi pertumbuhan ekonomi Taiwan didorong oleh peningkatan investasi teknologi dan permintaan global terhadap produk berbasis AI. Kondisi ini turut memperkuat aktivitas industri semikonduktor yang menjadi salah satu sektor utama perekonomian Taiwan.
Meningkatnya kebutuhan cip untuk pengembangan AI juga mendorong produksi dan aktivitas rantai pasok teknologi, sehingga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Taiwan.
Ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh 5,2 persen
Indonesia menduduki peringkat ke-11 dengan proyeksi pertumbuhan mencapai 5,2 persen. Posisinya berada di atas dua negara ASEAN yang masuk ke dalam daftar, yaitu Singapura dan Malaysia.
Laju ekonomi Singapura diprediksi tumbuh 5 persen, sedangkan Malaysia 4,9 persen secara tahunan. Namun, Indonesia masih tertinggal cukup jauh dari Vietnam.
Struktur ekonomi Indonesia masih mengandalkan konsumsi domestik. Dalam hal ini, konsumsi rumah tangga menjadi salah satu motor penggerak utama. Kondisi tersebut sejalan dengan peran Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.
Prospek pertumbuhan ekonomi Asia
Dalam laporan ADO September 2026, Asian Development Bank (ADB) memproyeksikan ekonomi negara-negara berkembang di Asia dan Pasifik tumbuh 5 persen secara riil pada 2026. Namun, sejumlah negara diperkirakan mencatat pertumbuhan lebih tinggi dari rata-rata kawasan.
Perbedaan laju pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh sektor penggerak ekonomi masing-masing negara. Sebagian negara mendapat dorongan dari industri teknologi dan AI. Sementara negara lainnya mengandalkan manufaktur, ekspor, dan konsumsi domestik.
Meski prospek pertumbuhan tetap positif, ADB memperingatkan sejumlah risiko yang dapat menekan perekonomian kawasan. Risiko tersebut meliputi meningkatnya ketegangan geopolitik, pengetatan kondisi keuangan, ketidakpastian perdagangan global, serta potensi dampak fenomena El Niño.
