PedomanBengkulu.com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang menyasar kepala daerah pada 2026.
Terbaru, Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Sirajudin Lasena dikabarkan turut terjaring OTT KPK pada Senin (21/9/2026).
Meski demikian, KPK belum mengumumkan secara resmi terkait operasi senyap yang melibatkan Bupati Bolmut tersebut.
Namun, Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan adanya kegiatan tersebut saat ditemui awak media di Jakarta.
"Benar, sedang ada kegiatan di lapangan," kata Setyo singkat, Senin.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo juga mengonfirmasi kegiatan operasi senyap tersebut.
Saat ini, kata Budi, tim sedang memeriksa Bupati Bolmut secara intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.
Ia menyebut, pihaknya menemukan indikasi kuat adanya penerimaan suap oleh penyelenggara negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolmut.
"Baik, terkait dengan kegiatan penyelidikan tertutup yang KPK lakukan di wilayah Sulawesi Utara, confirm bahwa telah terjadi peristiwa tangkap tangan terhadap para terduga pelaku tindak pidana korupsi," kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.
Dengan kabar terjaringnya Sirajudin Lasena dalam OTT KPK, maka menambah daftar kepala daerah era Presiden Prabowo Subianto.
Sepanjang tahun 2026 saja, sudah ada 13 kepala daerah terjerat OTT KPK termasuk Sirajudin Lasena.
Penelusuran Tribunnews, para kepala daerah itu, di antaranya Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Bupati Pati Sudewo, Wali Kota Madiun Maidi, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, dan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo.
Mereka dilantik secara serentak pada 20 Februari 2025 untuk masa jabatan 2025-2030.
Sumber: Tribunnews.com