Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Rawat Tenaga Kerja dengan Jaminan Sosial, Dedy: Mereka Adalah Modal Perusahaan

 

PedomanBengkulu.com, Bengkulu- Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menegaskan bahwa tenaga kerja merupakan aset sekaligus modal utama bagi setiap perusahaan. Karena itu, para pelaku usaha diminta memberikan perindungan melalui kepesertaan program jaminan sosial ketenagakerjaan agar para pekerja merasa aman, nyaman, dan dapat bekerja secara maksimal.

Hal tersebut disampaikan Dedy saat membuka kegiatan Sosialisasi dan Kepatuhan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Kamis (6/8/2028), di Aula Hidayah I Kantor Wali Kota Bengkulu.

Turut mendampingi Wali Kota, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Medy Pebiansyah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sri Putri Yani, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bengkulu Ferama Putri, Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu.

Dalam sambutannya, Dedy mengatakan esensi dari kegiatan tersebut adalah menyamakan persepsi dan visi antara pemenintah, BPJS Ketenagakerjasan, serta pelaku usaha tentang pentingnya memberikan perindungan kepada para pekerja.

"Pelaku usaha dan para pekerja kita adalah modal. Kalau tidak ada tenaga kerja, perusahaan kita tidak bisa berjalan. Maka tenaga kerja itu adalah modal perusahaan yang harus kita rawat," ujar Dedy.

Menurutnya, bentuk nyata merawat tenaga kerja adalah dengan memberikan rasa aman dan nyaman melalui kepastian perlindungan, mulai dari jaminan kecelakasan kerja, jaminan hari tua hingga jaminan sosial lainnya.

"Benikan rasa aman dan nyaman bagi tenaga kerja kita. Salah satunya dengan memberikan kepastian asuransi kesehatan, asuransi tenaga kerja, dan jaminan hari tua. Dengan begitu mereka akan fokus bekerja, totalitas bekerja, dan menjadi modal besar bagi perusahaan untuk terus berkembang," katanya.

Dedy juga mengajak seluruh pelaku usaha yang belum mendaftarkan seluruh pekerjanya sebagai peserta BPJS Kelenagakerjasan agar segera memenuhi kewajiban tersebut.

"Saya berharap setelah pertemuan ini, seluruh pelaku usaha memahami pentingnya perfindungan tenaga kerja. Kalau masih ada pekerja yang belum didafitarkan, segera daftarkan. Ini akan memberikan rasa aman bagi pekerja dan berdampak positif terhadap produktivitas perusahaan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kota Bengkulu Sri Putri Yani mengatakan Pemerintah Kota Bengkulu terus berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif, berdaya saing, serta memberikan kepastian hukum bagi dunia usaha melalui peningkatan kualitas pelayanan penizinan berbasis risiko dan pembinaan kepada para pelaku usaha.

Ia mengungkapkan, target realisasi investasi Kota Bengkulu tahun 2026 sebesar Rp1,5 trilun. Hingga saat ini, realisasi investasi telah mencapai Rp1.343.488.432.071 atau sekitar 89.57 persen dari target tahunan.

"Capasian ini menjadi bukti bahwa iklim investasi di Kota Bengkulu semakin kondusif. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memberikan kemudahan berusaha, serta menjaga kepastian hukum bagi para investor," ujar Sri Putri Yani.

Menurutnya, salah satu bentuk kepatuhan pelaku usaha yang juga sangat penting adalah memberikan perlindungan kepada pekerja melalui kepesertaan BPJS Ketenagakenjaan.

Perindungan tersebut merupakan hak pekerja sekaligus kewajiban perusahaan yang berperan strategis dalam menciptaikan hubungan industrial yang harmonis serta meningkatkan produktivitas tenaga kerja.

Karena itu, DPMPTSP Kota Bengkulu bersama BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bengkulu menggelar sosialisasi tersebut sebagai bentuk sinergi pemeninitah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan dalam meningkatkan permaharaman sekaligus kepatuhan pelaku usaha terhadap program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Kegiatan ini diikuti sekitar 200 pelaku usaha dari berbagai sekitar, di antaranya perumahan, perdagangan, pernotelan, kesehatan, dan apotek. Para peserta mendapatkan materi langsung dari Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bengkulu beserta jajaran mengenai pentingnya kepesertaan program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan penyerahan santunan Jaminan Kematian (JKM), manfaat Jaminan Hari Tua (JHT), serta beasiswa pendidikan secara simbolis kepada para ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk nyata manfaat program perlindungan sosial bagi pekerja dan keluarganya.