PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia Hj Leni Haryati John Latief mengapresiasi gerak Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Bengkulu yang dinilai telah bertransformasi dari sekadar organisasi istri aparatur sipil negara (ASN) menjadi mitra strategis pemerintah dalam pemberdayaan sosial, ekonomi, dan ketahanan keluarga.
Hal itu disampaikan Senator asal Provinsi Bengkulu itu pada peringatan Hari Dharma Wanita Nasional 2026 yang diperingati setiap 5 Agustus, bertepatan dengan momen berdirinya organisasi Dharma Wanita pada tahun 1974.
“Peringatan Hari Dharma Wanita Nasional bukan hanya seremonial, tetapi momentum untuk menghargai kontribusi perempuan Indonesia, khususnya anggota DWP, dalam mendukung pembangunan nasional, pendidikan, dan kesejahteraan keluarga,” kata Hj Leni Haryati John Latief, Rabu (5/8/2026).
Lulusan Magister Administrasi Publik Universitas Bengkulu ini menjelaskan, sejumlah program DWP Bengkulu telah menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat. Ia menyoroti gerakan sedekah nasi bungkus yang secara konsisten membantu masyarakat kurang mampu serta program pengangkatan anak asuh stunting yang dilakukan dengan dukungan dana swadaya untuk meningkatkan kecukupan gizi anak
“Ini adalah bentuk kepedulian sosial yang patut diapresiasi karena langsung menyentuh kebutuhan masyarakat bawah dan mendukung upaya penurunan stunting,” ujar Hj Leni Haryati John Latief.
Di bidang ekonomi, perempuan berhijab kelahiran Taba Anyar ini menilai DWP Bengkulu berhasil mendorong kreativitas perempuan melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Salah satu contoh yang disebutnya adalah inovasi olahan gurita menjadi produk kuliner bernilai jual tinggi serta dukungan terhadap UMKM dan kerajinan lokal.
“Pemberdayaan ekonomi seperti ini penting untuk memperkuat kemandirian keluarga dan membuka peluang usaha bagi perempuan,” tutur Hj Leni Haryati John Latief.
Dewan Pakar Daerah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Provinsi Bengkulu ini juga mengapresiasi langkah DWP dalam memperkuat ketahanan keluarga dan kesehatan mental melalui sosialisasi komunikasi keluarga, pengasuhan positif, edukasi anti-stres, serta kegiatan hidup sehat yang melibatkan masyarakat.
Selain itu, sinergi DWP dengan berbagai lembaga dalam edukasi keamanan pangan dan pendidikan anak usia dini dinilai menjadi kontribusi penting dalam pembangunan sumber daya manusia sejak dini.
Ke depan, Pembina Bundo Kanduang Provinsi Bengkulu ini berharap DWP Bengkulu mampu menjadi motor penggerak transformasi digital bagi perempuan dan memperluas jangkauan program sosial hingga ke pelosok desa.
“DWP harus menjadi pelopor literasi digital perempuan, membantu UMKM memasarkan produk melalui marketplace dan media sosial, sekaligus mengedukasi keluarga agar bijak bermedia sosial dan terhindar dari dampak negatif seperti judi online, perundungan siber, dan kecanduan gawai,” ungkap Hj Leni Haryati John Latief.
Ia juga mendorong DWP memperluas program orang tua asuh stunting ke desa-desa terpencil serta memperkuat kolaborasi dengan TP PKK desa dalam pemberdayaan perempuan dan ketahanan pangan keluarga.
“DWP harus menjadi pilar kedamaian, memperkuat persatuan, dan terus hadir untuk kepentingan masyarakat,” demikian Leni Haryati John Latief.
