PedomanBengkulu.com, Bengkulu- Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terus berkomitmen mendampingi dan menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak musibah kebakaran di Kelurahan Pengantungan.
Bantuan yang terkumpul dari pemerintah, warga, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) disalurkan langsung kepada para korban di lokasi penampungan/posko musibah.
Asisten I Setda Kota Bengkulu Alex Periansyah didampingi Kalaksa BPBD I Made Ardana, Kadinsos Afriyentia, Kadis Kominfo Nurlia Dewi, Camat Ratu Samban Novi Wahyudi dan jajaran Pemkot lainnya. menyampaikan bahwa sejak awal terjadinya kebakaran, pihak pemkot beserta dinas terkait langsung turun ke lokasi untuk meninjau penanganan serta mendirikan posko.
“Sejak kebakaran kemarin, Pemkot sudah meninjau lokasi. Bantuan yang terkumpul baik dari ASN Pemkot Bengkulu, warga, maupun pemerintah dalam bentuk sandang dan pangan hari ini kita salurkan seluruhnya,” ujar Alex, Kamis sore (13/8).
Alex menjelaskan, bantuan logistik tersebut disalurkan untuk 24 rumah yang terbakar atau mencakup 25 Kepala Keluarga (KK) dengan total kurang lebih 74 jiwa.
Selain bantuan sandang dan pangan, Pemkot Bengkulu melalui BPBD yang bekerjasama dengan Dinas Sosial juga telah mendirikan posko umum, penampungan pengungsian, serta dapur umum.
“Swadaya dari ASN untuk sarapan pagi disiapkan, warga juga turut membantu membuat makanan, begitu pula dari Baznas. Selama tiga hari masa tanggap darurat ini, kebutuhan makan dan penampungan warga terdampak akan terus kita jaga,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Kota Bengkulu Harry Iswahyudi, menambahkan bahwa selain bantuan bahan pokok seperti beras dan pakaian/barang kebutuhan harian, disalurkan pula bantuan dalam bentuk uang tunai.
"Hari ini disalurkan juga tambahan uang tunai kurang lebih sebesar Rp7,2 juta yang merupakan sumbangan swadaya dari seluruh ASN untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah," tutur Harry.
Pemkot Bengkulu berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan keringanan dan semangat bagi para korban kebakaran dalam menghadapi masa tanggap darurat ini.