PedomanBengkulu.com, Bengkulu- Pemerintah Kota Bengkulu kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat dengan menggelar tabligh musibah/takziah malam ketiga di rumah duka Almarhum Sanuludin Bin Mat Soher, di Jalan Indra Giri III Nomor 08B RT 002 RW 001, Kelurahan Padang Harapan, Kamis malam.
Meski Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi berhalangan hadir, suasana duka keluarga tetap mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Bengkulu. Wali Kota diwakili oleh Asisten III Setda Kota Bengkulu Tony Elfian. Hadir pula sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu.
Dalam sambutannya, Tony Elfian menyampaikan permohonan maaf dari Wali Kota Bengkulu yang tidak dapat hadir secara langsung pada malam takziah tersebut.
"Pak Wali Kota menitipkan salam dan permohonan maaf kepada keluarga besar almarhum karena belum bisa hadir pada malam ini. Biasanya beliau selalu berupaya hadir di setiap kegiatan takziah sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat,” ujar Tony.
Tony menegaskan, kehadiran jajaran Pemerintah Kota Bengkulu merupakan bentuk empati sekaligus bukti bahwa pemerintah selalu hadir di tengah masyarakat, baik dalam suasana suka maupun duka.
“Pemerintah Kota Bengkulu ingin menunjukkan bahwa kami tidak hanya hadir saat masyarakat bergembira, tetapi juga ketika masyarakat sedang berduka. Semoga kehadiran kami dapat memberikan semangat dan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Tony juga menyampaikan ucapan belasungkawa atas wafatnya Almarhum Sanuludin Bin Mat Soher serta mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta keikhlasan.
Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah Kota Bengkulu turut menyerahkan dokumen administrasi kependudukan melalui program “Three in One”, berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan perubahan status, Kartu Keluarga (KK) terbaru, serta Akta Kematian almarhum. Program ini menjadi salah satu inovasi pelayanan Pemkot Bengkulu agar masyarakat tidak perlu mengurus dokumen kependudukan secara terpisah setelah adanya anggota keluarga yang meninggal dunia.
Rangkaian tabligh musibah kemudian dilanjutkan dengan tausiah agama yang disampaikan oleh Ustaz Akhmadi. Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk mengambil hikmah dari setiap musibah, memperbanyak amal saleh, serta mendoakan almarhum agar diampuni segala dosa dan diterima seluruh amal ibadahnya.
Acara berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Kehadiran jajaran Pemerintah Kota Bengkulu bersama masyarakat menjadi wujud kebersamaan serta kepedulian terhadap keluarga yang tengah mengalami musibah.