Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Estafet Pelestarian Kain Besurek, Senator Destita Minta Generasi Muda Ambil Peran

 

PedomanBengkulu.com, Bengkulu- Anggota DPD RI asal Provinsi Bengkulu, Senator Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., membuka secara resmi kegiatan Internalisasi Kriya dan Wastra Kain Besurek di Kota Bengkulu pada Senin (10/8/2026).

Acara yang sarat akan nilai budaya ini diinisiasi oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VII Bengkulu sebagai langkah strategis dalam menjaga eksistensi kain Besurek sebagai warisan budaya Nusantara.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Asisten III Setda Kota Bengkulu Tony Elfian, Kepala BPK Wilayah VII Iskandar Mulia Siregar, S.Si., M.A.P., ahli waris maestro pelestari kain Besurek almarhum Alcala Gamora (Pak Mori), budayawan Prof. Sarwit Sarwono, serta para pelajar dan perajin lokal.

Dalam sambutannya, Destita menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada BPK Wilayah VII Bengkulu atas inisiasi acara tersebut. Ia menegaskan komitmennya untuk membawa kain khas Bengkulu ini ke kancah yang lebih luas.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Kepala Balai Peletarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VII Bengkulu karena telah menginisiasi kegiatan ini, yang tentunya sangat berharga, sangat penting, dan menjadi pemantik bagi kita semua untuk bisa melestarikan kain Besurek sebagai warisan budaya kita untuk Nusantara,” ujar Destita.

Sebagai anggota Komite III DPD RI yang membidangi seni dan budaya, Destita memandang pelestarian wastra bukan sekadar menjaga tradisi, melainkan instrumen penting dalam membangun daerah. Ia mengenakan pakaian berbahan kain Besurek hasil perajin lokal yang dipadukan dengan sentuhan desainer ibu kota untuk membuktikan potensi estetikanya.

“Dari budaya lahir lapangan kerja, dari budaya lahir identitas, dan dari budaya lahir pendidikan karakter. Kita semua tahu dari kain Besurek ini, di setiap motifnya ada kaligrafi, ada doa, ada sejarah, ada filosofi masyarakat Bengkulu,” tambahnya.

Secara khusus, legislator yang akrab disapa Desita ini menitipkan tiga pesan penting bagi keberlanjutan kain Besurek di masa depan.

Pertama, kepada generasi muda, khususnya para pelajar yang hadir, ia meminta untuk mempelajari proses pembuatan hingga pemasarannya.

"Pelajari, tekuni, dan kembangkan. Jadikan Besurek sebagai identitas yang bisa dibanggakan dan bernilai ekonomi," serunya di hadapan para siswa.

Kedua, kepada para perajin dan maestro lokal seperti Pak Mori, Destita menyampaikan rasa terima kasih atas konsistensi mereka menjaga warisan tersebut. Ia memastikan bahwa DPD RI akan terus memperjuangkan regulasi pusat yang berpihak pada perlindungan dan kesejahteraan para pelaku kebudayaan daerah.

Ketiga, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap produk lokal. Menurutnya, gerakan memakai kain Besurek dalam aktivitas sehari-hari secara langsung akan menguatkan ekosistem ekonomi kreatif di Provinsi Bengkulu.

Acara ditutup dengan prosesi pembukaan resmi dan pembacaan doa bersama untuk mengenang jasa almarhum Pak Mori yang telah mendedikasikan hidupnya demi kelestarian seni rupa dan wastra Bengkulu.