PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Aki merupakan salah satu komponen penting pada sepeda motor yang berfungsi sebagai sumber utama kelistrikan. Perannya tidak hanya untuk menyalakan mesin, tetapi juga menunjang berbagai fitur seperti lampu, klakson, hingga panel indikator.
Sayangnya, masih banyak pengguna motor yang kurang memperhatikan kondisi aki. Padahal, aki yang tidak terawat berpotensi mengalami soak lebih cepat dan dapat mengganggu aktivitas berkendara.
Kepala Bagian Technical Service Astra Motor Bengkulu, Lucky Hendrik Roberto, menegaskan bahwa perawatan aki sebenarnya cukup sederhana, namun sering diabaikan.
“Aki itu komponen vital. Kalau sampai soak, motor bisa sulit distarter, bahkan tidak bisa digunakan. Padahal, dengan perawatan rutin, usia pakainya bisa jauh lebih panjang,” ujar Lucky.
Ia menjelaskan, ada lima langkah yang bisa dilakukan pengguna sepeda motor Honda untuk menjaga kondisi aki tetap optimal.
Pertama, melakukan pengecekan tegangan aki secara berkala. Menurut Lucky, tegangan yang stabil menjadi indikator bahwa aki masih dalam kondisi baik. Sebaliknya, jika mulai melemah, pengguna perlu segera melakukan pengecekan lebih lanjut.
“Kita sarankan minimal saat servis berkala, aki ikut dicek. Dari situ bisa diketahui apakah masih layak pakai atau sudah mulai turun performanya,” jelasnya.
Kedua, menjaga kebersihan terminal aki dari kerak dan kotoran. Terminal yang kotor dapat menghambat aliran listrik sehingga kinerja aki tidak maksimal.
“Kerak pada terminal sering dianggap sepele, padahal itu bisa mengganggu arus listrik. Kalau dibiarkan, performa aki bisa menurun,” tambah Lucky.
Ketiga, menggunakan aki Honda Genuine Part agar lebih kompatibel dengan sistem kelistrikan sepeda motor. Komponen asli dinilai memiliki standar kualitas yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan.
“Penggunaan suku cadang asli itu penting karena sudah dirancang sesuai kebutuhan motor Honda. Jadi lebih aman dan daya tahannya juga lebih terjamin,” katanya.
Keempat, rutin melakukan servis di bengkel resmi AHASS. Dalam proses servis, mekanik akan melakukan pengecekan menyeluruh, termasuk kondisi aki dan sistem kelistrikan.
“Di AHASS, pengecekan aki dilakukan dengan alat khusus, jadi hasilnya lebih akurat. Kalau ada gejala awal kerusakan, bisa langsung ditangani,” ungkap Lucky.
Kelima, menghindari penggunaan aksesori berlebihan yang membebani aki, seperti lampu tambahan atau kebiasaan mengisi daya ponsel terus-menerus saat motor menyala.
“Beban listrik yang terlalu besar akan mempercepat penurunan performa aki. Ini yang sering tidak disadari pengguna,” jelasnya.
Lucky menambahkan, menjaga kondisi aki tidak hanya soal memperpanjang usia pakai, tetapi juga berkaitan langsung dengan kenyamanan dan keamanan berkendara.
“Aki yang sehat membuat starter lebih responsif, lampu lebih terang, dan perjalanan jadi lebih tenang. Jadi jangan tunggu soak baru diperiksa,” tutupnya.
