PedomanBengkulu.com, Lebong -
Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Lebong menggelar Kedurai Agung Tepung Bumai, yang dilaksanakan di Muara Bioa Temiang di Desa Tunggang Kecamatan Lebong Utara, Kamis (04/06/2026). Acara yang digelar tersebut mengangkat tema, Bersama Kita Lestarikan Budaya dan Kearifan Lokal Menuju Kabupaten Lebong Maju, Makmur dan Berdaya Saing.
Acara Kedurai Agung digelar setelah hampir 20 tahun tidak pernah dilaksanakan, selain agenda pelestarian budaya adat istiadat Rejang di Kabupaten Lebong. Kegiatan ini juga sebagai tindak lanjut masyarakat anak suku Rejang, untuk menghidupkan kembali tradisi dan warisan leluhur. Selain itu, Kedurai Agung sebagai tepung setawar atas sejumlah kejadian yang menimpa Kabupaten Lebong dalam beberapa bulan terakhir.
Ketua BMA Kabupaten Lebong Aryanto menyebutkan, pelaksanaan Kedurai Agung ini bukan hanya untuk masyarakat Desa Tunggang saja, tetapi untuk seluruh masyarakat Kabupaten Lebong. selain tolak balak, kegiatan ini juga sebagai pendingin atas fenomena alam dan kejadian yang terjadi dalam setahun terakhir, baik itu musibah bencana alam maupun kejadian turunnya binatang buas dari hutan masuk ke pemukiman warga.
"Kedurai Agung tepung Bumai ini, sebagai upaya BMA melaksanakan prosesi adat, meminta pertolongan Allah SWT dan para leluhur agar Kabupaten Lebong tetap aman dan bisa melaksanakan pembangunan berkelanjutan," sampai Aryanto.
Sementara Bupati Lebong H.Azhari SH MH menyampaikan, sebagai masyarakat suku Rejang yang termasuk salah satu suku dan adat yang tertua di Indonesia. Tentunya patut berbangga untuk tetap mempertahankan adat dan budaya rejang di Bumi Swarang Patang Stumang.
"Kedurai Agung ini sebagai manifestasi rasa syukur kita terhadap Tuhan yang maha kuasa, melalui ritual Adat ini, semoga Kabupaten Lebong kedepannya terhindar dari segala musibah," sampai Azhari saat dikonfirmasi awak media didampingi Wabup Lebong Bambang ASB S.Sos M.Si.
Dalam kesempatan itu juga, Azhari menyebutkan pelestarian adat sebagai bukti menjadikan nilai-nilai leluhur dalam melaksanakan pembangunan, melalui kerjasama dan persatuan di Kabupaten Lebong.
"Kurang lebih ada 20 tahun Kedurai Agung ini tidak dilaksanakan, namun pada hari ini bisa dilaksanakan dengan baik dan ini adalah rasa syukur kita, dan juga sama-sama mendoakan secara adat istiadat mudah-mudahan Lebong terhindar dari bencana. Baik itu bencana banjir maupun tanah longsor," sampai Azhari.
Dikatakan Azhari, Kedurai Agung adalah acara adat istiadat yang perlu dilestarikan dan dengan adanya BMA, bisa mengajak masyarakat untuk melaksanakan semua agenda budaya Rejang kedepannya. Dirinya juga berharap BMA Kabupaten Lebong bisa melakukan inventarisir, kemudian juga menampung aspirasi dari masyarakat berkaitan dengan Perda Adat.
"Karena ini adalah termasuk janji politik kami. Sekarang BMA sudah ada. Nah, harapan kami BMA ini segera merumuskan Perda Adat," beber Azhari.
Azhari juga menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif BMA Kabupaten Lebong dalam melaksanakan Kedurai Agung. Selain Kedurai Agung, perlu juga dimasukkan agenda budaya seperti di Kawasan Pasir Lebar antara Desa Semelako Atas dan Desa Bungin terkait tradisi Muang Apem agar juga bisa menjadi wisata budaya.
"Di daerah Semelako dan Bingin Kuning itu ada juga membuang apem. Nah, itu mungkin masuk dalam agenda tahunan budaya kita termasuk hari ini (Kedurai Agung,red). Alhamdulillah dengan adanya BMA mereka bisa mengagendakan semuanya, pemerintah daerah akan men-support sepenuhnya," pungkasnya.[spy]