PedomanBengkulu.com, Bengkulu - Ban motor masih sering luput dari perhatian pengendara. Padahal, komponen ini menjadi satu-satunya bagian kendaraan yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan dan sangat menentukan keselamatan saat berkendara.
Banyak pengendara baru mengganti ban ketika kondisinya sudah benar-benar aus. Kebiasaan ini dinilai berisiko, terutama saat melintasi jalan licin atau berkendara dalam kecepatan tinggi.
Kepala Bagian Spare Part Astra Motor Bengkulu, Moh. Darunnadwah Aulia, mengingatkan pentingnya mengenali tanda-tanda ban yang sudah tidak layak pakai sebelum terlambat.
"Pengendara sebaiknya tidak menunggu ban habis. Ada beberapa indikator yang bisa dikenali untuk segera melakukan penggantian," ujarnya.
Berikut lima tanda ban motor harus segera diganti:
1. Alur ban menyentuh TWI
Jika tapak ban sudah sejajar dengan indikator Tread Wear Indicator (TWI), daya cengkeram ban telah menurun signifikan dan berisiko selip.
2. Dinding ban mulai retak
Retakan pada ban umumnya disebabkan usia pakai atau paparan panas berlebih. Kondisi ini bisa memicu ban pecah di jalan.
3. Ban sering kempes atau banyak tambalan
Struktur ban yang sudah melemah membuat performanya tidak lagi optimal dan berbahaya saat digunakan.
4. Motor terasa limbung
Ketidakstabilan saat berkendara bisa menjadi sinyal ban sudah tidak dalam kondisi prima.
5. Usia ban lebih dari 2-3 tahun
Meski terlihat masih te menurun seiring waktu.
Darunnadwah menegaskan, pemeriksaan rutin menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan berkendara.
"Penting untuk rutin memeriksa kondisi ban agar perjalanan tetap aman dan nyaman," katanya.
Jika ragu, pengendara disarankan melakukan pengecekan di bengkel resmi AHASS guna memastikan kondisi ban dan mendapatkan penggantian sesuai standar.
Selain itu, ia juga mengimbau konsumen untuk selalu menggunakan ban asli Honda atau Honda Tire agar performa dan keamanan tetap terjaga. Ban asli dirancang sesuai standar pabrikan, sehingga lebih optimal dalam hal daya cengkeram, kestabilan, dan daya tahan.
