Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, bertindak sebagai inspektur upacara dan membacakan amanat Presiden Republik Indonesia. Dalam amanat tersebut, Presiden menegaskan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di tengah berbagai tantangan zaman yang terus berkembang.
Mian menyampaikan bahwa Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif yang tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Lebih dari itu, Pancasila merupakan jiwa bangsa, identitas nasional, dan pedoman hidup bersama yang harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia. Melalui nilai-nilai Pancasila, kita diajak untuk terus memperkuat persatuan, menjaga toleransi, serta membangun bangsa dengan semangat gotong royong dan keadilan sosial,” ujar Mian.
Menurutnya, peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting untuk memperkokoh komitmen seluruh komponen bangsa dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Hal tersebut sekaligus menjadi upaya memperkuat ketahanan ideologi bangsa di tengah berbagai tantangan, termasuk berkembangnya paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.
Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemajuan ekonomi dan teknologi, tetapi juga oleh kokohnya karakter bangsa, persatuan, serta semangat gotong royong yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
.jpeg)
