PedomanBengkulu.com, Bengkulu - Imbauan tegas ditujukan khusus bagi konsumen sepeda motor Honda, jangan pernah mengganti oli tanpa memperhatikan takaran. Kesalahan yang terlihat sepele ini bisa berdampak langsung pada performa hingga kerusakan mesin.
Kepala Bagian Technical Service Astra Motor Bengkulu, Lucky Hendrik Roberto, menegaskan bahwa pengguna motor Honda harus lebih disiplin dalam perawatan, terutama saat penggantian oli.
“Untuk konsumen Honda, pastikan penggantian oli sesuai standar dan takaran. Jangan asal isi, karena bisa merugikan mesin itu sendiri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kelebihan oli justru membuat mesin bekerja lebih berat saat digas. Kondisi ini tidak hanya menurunkan kenyamanan berkendara, tetapi juga mempercepat keausan komponen internal.
Selain itu, tekanan berlebih akibat oli yang terlalu banyak dapat merusak oil seal dan memicu kebocoran. Dalam jangka panjang, masalah ini bisa menjalar ke kerusakan lain yang lebih serius.
Ciri paling mudah dikenali, lanjutnya, adalah munculnya asap tebal dari knalpot—tanda bahwa sistem pembakaran tidak berjalan normal.
Lucky pun mengingatkan, konsumen Honda tidak perlu mengambil risiko dengan mencoba-coba mengganti oli tanpa acuan yang tepat.
“Kalau ingin aman dan sesuai standar pabrikan, lakukan servis rutin di AHASS. Takaran oli sudah disesuaikan dengan tipe motor dan dikerjakan oleh teknisi bersertifikat,” tegasnya.
