PedomanBengkulu.com, Jakarta – Komitmen PT Astra Honda Motor (AHM) dalam membangun pendidikan vokasi berbasis industri terus menunjukkan akselerasi signifikan. Sejak digulirkan pada 2010 melalui kurikulum Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) Astra Honda, program ini kini telah menjangkau 20 provinsi di Indonesia dengan total 29 Pos AHASS Teaching Factory (TEFA).
Langkah terbaru ditandai dengan peresmian Pos AHASS TEFA di SMK Negeri 3 Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, pada 21 Mei 2026, hasil kolaborasi AHM bersama Main Dealer Capella Dinamik Nusantara. Kehadiran fasilitas ini menegaskan upaya berkelanjutan dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang siap terjun ke dunia kerja.
General Manager Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbuddin, menegaskan bahwa TEFA bukan sekadar program pendidikan, melainkan strategi jangka panjang untuk menjawab kebutuhan industri.
“Melalui Pos AHASS TEFA, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang nyata bagi siswa. Tidak hanya keterampilan teknis, tetapi juga pembentukan mental profesional agar mereka siap bersaing di dunia kerja,” ujar Muhibbuddin.
Ia menambahkan, kehadiran TEFA juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat melalui kemudahan akses layanan purna jual sepeda motor Honda.
“Program ini tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, tetapi juga menghadirkan layanan yang lebih dekat dan mudah dijangkau oleh konsumen,” katanya.
Konsep Teaching Factory yang diusung AHM mengubah pola belajar konvensional menjadi sistem berbasis industri. Siswa tidak lagi sekadar mempelajari teori, tetapi terlibat langsung dalam proses kerja nyata, mulai dari menerima pelanggan, melakukan diagnosa, servis berkala, hingga penggantian suku cadang sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Di SMKN 3 Mandau, fasilitas TEFA didukung tiga pit kerja dengan kapasitas layanan hingga 12 unit sepeda motor per hari. Seluruh pengerjaan dilakukan oleh siswa yang telah lulus Uji Kompetensi Keahlian (UKK) Astra Honda dan diawasi teknisi profesional dari jaringan AHASS, sehingga kualitas layanan tetap terjaga sesuai standar industri.
Sekolah ini juga telah ditetapkan sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK), yang memungkinkan siswa memperoleh sertifikasi resmi sebagai mekanik profesional.
Kepala SMKN 3 Mandau, Agus Subagiyo, menyebut kehadiran TEFA menjadi jembatan nyata antara dunia pendidikan dan industri.
“Fasilitas ini menjadi fondasi bagi kami untuk menyiapkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki peluang untuk mandiri sebagai wirausaha,” ujarnya.
Implementasi program ini juga terlihat kuat di Bengkulu. Di bawah naungan Astra Motor Bengkulu, terdapat 12 SMK binaan yang telah mengadopsi konsep Teaching Factory berbasis standar industri.
Salah satu yang telah mengoperasikan Pos AHASS TEFA adalah SMK Negeri 2 Bengkulu Utara. Bengkel TEFA di sekolah ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga melayani kebutuhan masyarakat melalui layanan purna jual sepeda motor Honda.
Layanan yang tersedia meliputi servis Kartu Perawatan Berkala (KPB), servis ringan, servis lengkap, penggantian oli, hingga penyediaan dan pemasangan suku cadang asli Honda Genuine Parts (HGP). Operasional bengkel ini juga didukung oleh sumber daya manusia (SDM) berkualitas melalui kerja sama dengan Astra Motor Arga Makmur, sehingga standar layanan tetap terjaga sesuai kualitas bengkel resmi Honda.
Vocational Manager Astra Motor Bengkulu, Lucky Hendrik Roberto, menegaskan bahwa pengembangan TEFA di Bengkulu menjadi langkah strategis dalam mencetak lulusan yang benar-benar siap kerja.
“Melalui TEFA, kami memastikan siswa tidak hanya belajar, tetapi terbiasa dengan sistem kerja industri. Mereka sudah memahami standar pelayanan, target pekerjaan, hingga tanggung jawab profesional sebelum lulus,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran Pos AHASS TEFA di SMK Negeri 2 Bengkulu Utara menjadi contoh nyata bagaimana sekolah dapat bertransformasi menjadi pusat pembelajaran sekaligus layanan bagi masyarakat.
“Ini bukan hanya soal pendidikan, tetapi bagaimana sekolah bisa menjadi bagian dari ekosistem industri. Harapannya, lulusan kami tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha sendiri,” kata Lucky.
