Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Ketua BKMM-DMI Bengkulu: Jemput Idulfitri dengan Zakat Fitrah

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Menjelang berakhirnya bulan Ramadan, umat Islam diingatkan kembali pada satu kewajiban yang tidak boleh terlewatkan: membayar zakat fitrah. Kewajiban ini bukan sekadar tradisi tahunan menjelang Hari Raya Idulfitri, melainkan bagian penting dari kesempurnaan ibadah puasa sekaligus wujud kepedulian sosial dalam Islam.

Ketua Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid Dewan Masjid Indonesia (BKMM-DMI) Provinsi Bengkulu Hj Leni Haryati John Latief mengatakan, zakat fitrah wajib bagi setiap Muslim yang hidup hingga menjelang Salat Idulfitri.

"Kewajiban ini berlaku bagi semua jiwa, baik laki-laki maupun perempuan, dewasa maupun anak-anak, bahkan bayi yang lahir sebelum matahari terbenam pada akhir Ramadan. Syaratnya sederhana, selama seseorang memiliki kelebihan makanan untuk kebutuhan sehari semalam, maka zakat fitrah menjadi tanggung jawab yang harus ditunaikan," kata Hj Leni Haryati John Latief, Senin (16/3/2026).

Anggota Badan Akuntabilitas Publik Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia ini menjelaskan, zakat fitrah memiliki dua fungsi utama yang sangat mendalam maknanya. Pertama, sebagai penyuci diri bagi orang yang berpuasa. Selama sebulan penuh menjalankan ibadah, manusia tentu tidak luput dari kekhilafan, seperti perkataan sia-sia atau perbuatan yang kurang baik. Zakat fitrah hadir sebagai penyempurna yang membersihkan kekurangan tersebut.

"Kedua, zakat fitrah berfungsi sebagai sarana memberi makan kepada fakir dan miskin. Dengan demikian, tidak ada saudara seiman yang kelaparan atau terpaksa meminta-minta di hari kemenangan Idulfitri," ujar Hj Leni Haryati John Latief.

Ketua Majelis Taklim Perempuan Pimpinan Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Provinsi Bengkulu ini menekankan, keutamaan zakat fitrah tidak berhenti pada aspek ibadah semata, namun menjadi pelengkap agar pahala puasa seseorang terangkat dengan sempurna. 

"Zakat fitrah menumbuhkan kepedulian sosial serta mempererat tali persaudaraan di tengah masyarakat. Saat seseorang berbagi rezeki yang dimilikinya, sesungguhnya ia sedang menumbuhkan rasa syukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan selama menjalani Ramadan," ungkap Hj Leni Haryati John Latief.

Pembina Forum Melayu Rembuk Bengkulu ini menambahkan, zakat fitrah mempunyai pesan moral bahwa kemenangan Idulfitri harus dirasakan bersama.

"Di balik setiap butir beras yang dibagikan, tersimpan nilai keadilan, solidaritas, dan rasa syukur yang menjadi inti ajaran Islam. Ramadan pun ditutup dengan ibadah yang mengingatkan bahwa kesalehan pribadi harus selalu berjalan seiring dengan kepedulian sosial," tutup Hj Leni Haryati John Latief. [**]