Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Cegah Stunting, Pemkab Lebong Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Cegah Stunting, Pemkab Lebong Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor 

PedomanBengkulu.com, Lebong - Pemerintah Kabupaten Lebong melaksanakan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Stunting Tahun 2026. Kegiatan yang dipimpin langsung Wakil Bupati Lebong Bambang ASB S.Sos M.Si berlangsung di Aula Swarang Patang Stumang Bappeda Lebong, Senin (16/03/2026).

Selain penyusunan program, kegiatan ini juga menjadi langkah memperkuat kolaborasi lintas sektor di semua jajaran. Sebagai wujud menciptakan program pencegahan dan penanganan stunting secara terpadu yang efektif, berkelanjutan, dan tepat sasaran.

Wakil Bupati Lebong Bambang ASB S.Sos M.Si selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Lebong menegaskan, agenda Pra Musrenbang Tematik Stunting sebagai acuan pihaknya, dalam menyusun langkah dan program strategis. Sekaligus membuat desain dan konstruksi, langkah penekanan angka Stunting di Kabupaten Lebong tahun 2026 bisa berjalan maksimal. Dengan program-program pokok penanganan stunting. 

"Kegiatan ini kita laksanakan bersama dengan seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Lebong, baik itu lembaga vertikal, badan-badan usaha, pihak swasta yang ada di Kabupaten Lebong.
para Kepala OPD, Camat, dan Forkopimda Kabupaten Lebong," ungkap Bambang, dibincangi usai acara, Senin (16/03/2026) siang.

Dikatakan Bambang, bahwa Stunting hanya bisa dilakukan dengan cara pencegahan. Tentunya program pencegahan sejak dini harus menjadi prioritas utama dalam program kerja tim TPPS Kabupaten Lebong kedepannya. 

"Stunting hanya bisa melalui pencegahan, jadi kalau anak-anak kita sudah terkena stunting, itu tidak bisa kita obati. Oleh karena itu, kita fokus bagaimana caranya pada tahun 2020 ini untuk memaksimalkan program-program untuk pencegahan terkait dengan stunting," bebernya.

Adapun program pencegahan, lanjut Bambang, yang akan dilaksanakan program kolaborasi, melalui kerjasama dengan berbagai pihak. Dimulai dengan sosialisasi terkait pencegahan pernikahan usia dini. Dengan kerjasama melibatkan Kementerian Agama, baik Kemenag maupun dengan pihak pengadilan Agama. Begitu juga dengan pihak-pihak badan usaha dan perusahaan yang ada di Kabupaten Lebong. 

Karena program Stunting ini merupakan bentuk kegiatan aksi, yang diperuntukkan bagi
Kelompok usia yang belum menikah dan akan menikah, kemudian mereka yang sudah menikah, khususnya dalam proses masa kehamilan.

"Karena biasanya gangguan Stunting ini terjadi pada saat mulai kehamilan sampai dengan seribu hari pasca melahirkan. Pada saat inilah perlu ada sosialisasi pemahaman, bahwa mereka harus diberikan asupan gizi yang cukup, untuk mencegah anak yang ada dalam kandungan tidak terjadinya Stunting," sampainya.

Selain itu, sambungnya, program Gerakan orang tua asuh Cegah Stunting (Genting) juga akan diperkuat. Dengan melibatkan pihak swasta baik perusahaan maupun secara personal.

"Seperti pengusaha, pejabat, siapapun itu bisa ikut berpartisipasi dalam program Genting. Menjadi orang tua asuh terkait program pencegahan Stunting," pungkasnya.[spy]