Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Hikmah Qatar untuk Bengkulu

Ilustrasi Stadion Al Bayt, Qatar

Timnas Qatar boleh jadi tim pertama yang harus tersisih di Piala Dunia 2022. Dengan nol poin dari tiga laga dan kebobolan tujuh kali, Qatar bahkan disebut mengakhiri perjalanannya di Piala Dunia dengan catatan terburuk yang pernah dilalui oleh tuan rumah turnamen Piala Dunia.

Namun dalam tiga hal, Qatar adalah juaranya. Pertama, Qatar menjadi negara Islam pertama tuan rumah Piala Dunia. Kedua, mampu memperkenalkan wajah Islam rahmatan lil 'alamin kepada dunia. Ketiga, mampu menjadi penyelenggara Piala Dunia termahal sepanjang sejarah.

Padahal kalau dilihat secara seksama, luas negara yang terletak di sebuah semenanjung kecil di Jazirah Arab ini tak lebih dari luas Provinsi Bengkulu. Qatar hanya memiliki luas wilayah 11.586 kilometer persegi. Sementara luas Provinsi Bengkulu mencapai 19.919 kilometer persegi.

Dari segi sumber daya alam minyak bumi dan gas, Qatar boleh jadi unggul, karena menjadi salah satu produsen paling berpengaruh di dunia. Namun tanahnya tidak sebaik Bengkulu. Tanah Qatar tidak produktif secara pertanian lantaran mengandung kapur dan jarang disirami oleh hujan.

Qatar dan Bengkulu memiliki kesamaan dalam hal mempertahankan adat dan tradisi Islam di tengah-tengah masyarakat. Meski sama-sama menjadi wilayah yang mempertahankan nilai-nilai religius, namun Qatar dan Bengkulu tetap mengedepankan toleransi.

Dengan adanya persamaan-persamaan tersebut, Piala Dunia 2022 Qatar memberikan hikmah besar bagi Bengkulu untuk membangun daerahnya agar bisa menjadi provinsi paling maju dan paling kaya di Indonesia, bahkan bukan mustahil, paling kaya di dunia.

Negara Qatar menunjukkan kebenaran janji Allah subhanahu wata'ala sebagaimana tertulis di Al-Qur'an Surat Al-A'raf Ayat 96 bahwa ketika suatu penduduk beriman dan bertakwa, maka Allah akan melimpahkan keberkahan dari langit dan bumi.

Rakyat dan para pemimpin Qatar saat ini tercatat sebagai orang-orang aktif dalam kerja dakwah nubuwwah yang bercirikan gemar bermusyawarah, senang menjumpai manusia mengajak menyempurnkan ketaatan kepada Allah, mengorbankan harta dan diri untuk wujudnya agama yang sempurna dalam diri sendiri serta umat di seluruh alam tanpa mengharap upah.

Sementara di Bengkulu, kerja dakwah nubuwwah ini hanya terlihat di kalangan segelintir warga. Di kalangan pemimpin baru menyentuh Wali Kota Bengkulu H Helmi Hasan. Inilah kendala untuk menjadikan Bengkulu maju dan dari sinilah upaya perbaikan seharusnya dimulai. Wallahu a'lam bishawab