Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Hari Museum Nasional, Senator Leni John Latief Dorong Pelestarian Budaya Bengkulu

PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Hj Leni Haryati John Latief, mengajak masyarakat, khususnya generasi muda di Provinsi Bengkulu, meningkatkan kepedulian terhadap museum sebagai ruang edukasi, pelestarian sejarah, dan penjaga identitas budaya daerah.

Momentum Hari Museum Nasional yang diperingati hari ini, Senin (12/10/2026), menurut dia, harus menjadi pengingat bahwa museum bukan sekadar tempat menyimpan benda-benda bersejarah, melainkan ruang pembelajaran untuk memahami perjalanan bangsa sekaligus mengenali akar kebudayaan sendiri.

“Generasi muda perlu mengenal sejarah dan kebudayaan daerahnya. Museum menyimpan banyak pelajaran berharga tentang identitas, perjuangan, dan kearifan lokal yang harus terus diwariskan,” kata Hj Leni Haryati John Latief.

Lulusan Magister Administrasi Publik Universitas Bengkulu ini menjelaskan, di Bumi Merah Putih, keberadaan Museum Negeri memiliki peran strategis dalam memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya daerah kepada masyarakat. Koleksi museum dapat menjadi sumber pembelajaran kontekstual bagi pelajar dan mahasiswa, sekaligus sarana memperkuat kecintaan terhadap warisan leluhur.

"Data pemberitaan mengenai Museum Negeri Bengkulu menunjukkan lebih dari 75 persen pengunjung berasal dari kalangan pelajar, anak usia dini, dan mahasiswa. Meski memperlihatkan peran museum dalam pendidikan, kunjungan yang masih banyak berkaitan dengan tugas akademik menjadi tantangan untuk membangun minat masyarakat agar datang secara sukarela," ungkap Hj Leni Haryati John Latief.

Dewan Pakar Daerah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Provinsi Bengkulu ini menekankan, museum perlu terus berbenah agar semakin dekat dengan kehidupan generasi muda. Pemanfaatan teknologi digital, promosi kreatif melalui media sosial, pameran tematik, serta kegiatan interaktif dapat menjadi alternatif untuk menghadirkan pengalaman berkunjung yang lebih menarik.

"Kekayaan budaya Bengkulu, termasuk kain besurek, tradisi lokal, dan berbagai peninggalan sejarah, juga dapat dikemas melalui kegiatan edukatif dan kreatif yang melibatkan sekolah, perguruan tinggi, komunitas budaya, serta pelaku seni," tutur Hj Leni Haryati John Latief.

Selain inovasi program, peningkatan kenyamanan fasilitas dan penyegaran pameran secara berkala penting dilakukan agar masyarakat memiliki alasan untuk kembali berkunjung. Program duta museum dan relawan muda juga dapat dikembangkan untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam edukasi serta pelestarian warisan budaya.

Pembina Bundo Kanduang Provinsi Bengkulu ini menilai, upaya menjaga sejarah dan kebudayaan membutuhkan keterlibatan bersama. Pemerintah, pengelola museum, lembaga pendidikan, komunitas, dan masyarakat perlu membangun kolaborasi agar museum tidak hanya menjadi tujuan kunjungan sekolah, tetapi juga bagian dari kehidupan sosial dan kebudayaan masyarakat Bengkulu.

"Melalui momentum ini, mari jadikan museum sebagai jembatan antargenerasi, tempat masyarakat mengenali masa lalu, merawat identitas budaya, dan menyiapkan generasi muda yang memahami nilai sejarah serta kekayaan daerahnya," demikian Hj Leni Haryati John Latief. [**]