Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Senator Leni John Latief Nilai Transisi Energi sebagai Jalan Tak Terelakkan

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Lonjakan harga minyak dunia pada Maret 2026 menjadi pengingat keras bahwa ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga kerentanan strategis. Respons pemerintah yang menahan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar patut diapresiasi sebagai langkah jangka pendek untuk menjaga stabilitas sosial dan daya beli masyarakat. Kebijakan ini jelas berperan meredam inflasi dan menghindari gejolak ekonomi.

Anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Leni Haryati John Latief mengatakan, di balik langkah-langkah tersebut, tersimpan persoalan mendasar yang tidak boleh terus diabaikan, yakni ketergantungan struktural pada energi fosil. Menurutnya, penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang mengikuti pasar global justru menegaskan bahwa Indonesia masih berada dalam bayang-bayang volatilitas energi dunia dimana setiap gejolak eksternal langsung berdampak ke dalam negeri.

"Langkah pemerintah melalui penebalan subsidi dan stimulus ekonomi memang membantu menjaga konsumsi masyarakat. Akan tetapi, kebijakan ini bersifat reaktif dan membebani APBN dalam jangka panjang. Subsidi energi yang terus meningkat berpotensi menggerus ruang fiskal yang seharusnya dapat dialokasikan untuk pembangunan sektor produktif," kata Hj Leni Haryati John Latief, Selasa (31/3/2026).

Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu ini menjelaskan, strategi diversifikasi impor minyak menunjukkan upaya mitigasi risiko pasokan, namun solusi ini tetap berada dalam lingkaran energi fosil.

"Selama sumber energi utama masih berbasis minyak, kerentanan terhadap konflik geopolitik dan fluktuasi harga global akan terus menghantui," ujar Hj Leni Haryati John Latief.

Mantan Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi Bengkulu ini menekankan, percepatan transisi menuju energi alternatif ramah lingkungan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

"Target pengurangan ketergantungan BBM fosil mesti diiringi dengan langkah konkret, yakni investasi besar-besaran pada energi terbarukan, insentif bagi industri hijau, serta pembangunan infrastruktur energi bersih yang merata," papar Hj Leni Haryati John Latief.

Pembina Forum Melayu Rembuk Bengkulu ini menambahkan, Indonesia tidak boleh sekadar bertahan menghadapi gejolak, tetapi harus berani melompat menuju kemandirian energi yang berkelanjutan.

"Tanpa perubahan arah yang tegas, setiap krisis minyak hanya akan mengulang siklus lama dan rakyat kembali menjadi pihak yang paling terdampak. Ke depan masalah ini tidak boleh lagi terjadi," demikian Hj Leni Haryati John Latief. [**]