PedomanBengkulu.com, Lebong - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) melalui Proyek Hululais menyalurkan bantuan tanggap darurat bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. Bantuan diserahkan secara simbolis di Posko Induk Tanggap Darurat Bencana Banjir Kabupaten Lebong, yang diterima langsung oleh Bupati Lebong H. Azhari beserta jajaran, Rabu (8/4/2026).
Project Manager PGE Proyek Hululais, Priatna Budiman, menegaskan bahwa PGE berkomitmen untuk hadir dan memberikan dukungan bagi masyarakat, khususnya dalam situasi darurat bencana.
“Bantuan ini merupakan wujud sinergi antara PGE Proyek Hululais dengan Pemerintah Daerah dalam mendukung penanganan bencana. Kami menyalurkan bantuan kebutuhan pokok guna membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban serta memberikan kekuatan bagi warga terdampak,” ujar Priatna.
Adapun bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan logistik tanggap darurat, antara lain 150 karung beras, 400 kaleng sarden, 40 dus mie instan, dan 30 dus air mineral.
Banjir terjadi akibat cuaca ekstrem yang melanda Provinsi Bengkulu pada 5 April 2026, dengan dampak terparah di Kabupaten Lebong. Tercatat sebanyak 13 desa di 6 kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Lebong Tengah, Lebong Utara, Amen, Uram Jaya, Lebong Selatan, dan Pinang Belapis, dengan ketinggian air mencapai lebih dari satu meter di sejumlah wilayah.
Sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai berkelanjutan, PGE Proyek Hululais terus berupaya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. Proyek panas bumi Hululais sendiri memiliki kapasitas 110 MW dan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial (COD) pada tahun 2028.
Tentang PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) merupakan bagian dari Subholding Power & New Renewable Energy (PNRE) PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang eksplorasi, eksploitasi, dan produksi panas bumi. Saat ini PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang sebesar 1.932 MW, terbagi atas 727 MW yang dioperasikan dan dikelola langsung oleh PGE dan 1.205 MW dikelola dengan skema Kontrak Operasi Bersama. Kapasitas terpasang panas bumi di wilayah kerja PGE berkontribusi sekitar 70% dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia, dengan potensi pengurangan emisi CO2 sebesar sekitar 10 juta ton CO2 per tahun.
Sebagai world class green energy company, PGE ingin menciptakan nilai dengan memaksimalkan pengelolaan end-to-end potensi panas bumi beserta produk turunannya serta berpartisipasi dalam agenda dekarbonasi nasional dan global untuk menunjang Indonesia net zero emission 2060. PGE memiliki kredensial ESG yang sangat baik dengan 18 penghargaan PROPER Emas sejak 2011 sampai 2025 dalam penghargaan kepatuhan lingkungan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Peringkat & Keterlibatan ESG.[red]