PedomanBengkulu.com, Bengkulu- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu terus berkomitmen memacu digitalisasi transaksi keuangan daerah, baik dari sektor penerimaan pajak hingga pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu langkah strategis yang didorong adalah penerapan aplikasi QRISTO.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menjelaskan bahwa melalui aplikasi QrisTO, sistem pemisahan antara pembayaran transaksi dan pemotongan pajak restoran/hotel dapat dilakukan secara otomatis dan real-time menggunakan teknologi blockchain.
"Nanti sistemnya di Bapenda akan memvalidasi perhitungan komponen pajak. Begitu pembayaran (split payment) dilakukan secara real-time menggunakan aplikasi dan blockchain, sudah langsung dipisah mana yang masuk ke pajak dan mana yang menjadi pembayaran restoran atau hotel. Pajaknya langsung masuk ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD),” ujar Wahyu.
Wahyu membandingkan mekanisme baru ini dengan proses manual yang selama ini memakan waktu hingga puluhan hari. Dalam sistem konvensional, perhitungan dan penyetoran pajak oleh pemilik restoran kerap membutuhkan jeda hingga 40 hari serta bergantung pada kepatuhan pelaku usaha dan verifikasi manual.
"Sementara dengan QrisTO, transaksi bersifat otomatis. Penerimaan pajak yang dibayarkan konsumen secara real-time masuk ke rekening pemerintah daerah di Bank Pembangunan Daerah (BPD). Lebih akurat, tidak perlu pendaftaran alat tambahan (tapping box), audit lebih simpel, dan beban administrasi jauh berkurang," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa dengan sistem ini, monitoring Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat dipantau langsung pada hari yang sama. Sebagai tahap awal (pilot project), pihaknya menargetkan penerapan QrisTO pada pertengahan Oktober mendatang untuk sejumlah sampel hotel, restoran, dan kafe di Kota Bengkulu.
Selain optimasi pajak, Bank Indonesia Bengkulu juga mempercepat digitalisasi sektor UMKM di kawasan wisata, salah satunya melalui pembangunan sarana fisik dan penyediaan fasilitas pembayaran non-tunai di Pantai Panjang.
BI Bengkulu telah membangun 6 unit gazebo di Pantai Panjang untuk mendukung kenyamanan wisatawan dan pedagang. Pembangunan tersebut digandengkan dengan program Digitalisasi Pantai guna memastikan seluruh pelaku UMKM dapat mengakses pembayaran digital QRIS.
"Ini pemicunya saja, tetapi substansi utamanya adalah memastikan seluruh UMKM yang ada di Pantai Panjang bisa mengakses QRIS atau pembayaran secara digital," kata Wahyu.
Untuk mendukung kelancaran transaksi digital di lokasi tersebut, BI juga siap memfasilitasi kendala infrastruktur seperti penyediaan jaringan internet.
"Kalau nanti ada keluhan terkait sinyal atau ketersediaan jaringan internet, dari Bank Indonesia siap memfasilitasi. Nanti kita bisa pasang internet gratis agar semua pengunjung dan pedagang bisa bertransaksi dengan lancar," pungkasnya.