PedomanBengkulu.com, Seluma – Sekitar 50 hektare lahan persawahan di Desa Air Latak, Kecamatan Seluma Barat, terancam gagal panen. Kekeringan yang melanda ditambah berhentinya aliran air akibat perbaikan jaringan irigasi membuat petani khawatir.
Padahal tanaman padi saat ini sudah berusia sekitar 1,5 bulan dan ditargetkan panen pada awal Oktober 2026.
Kepala Desa Air Latak, Riswan, mengatakan kondisi ini menjadi kendala serius bagi petani di desanya.
“Sekarang kondisi air sedang kering. Ditambah lagi irigasi sedang dalam perbaikan, sehingga tidak ada sumber air yang bisa digunakan untuk mengaliri sawah,” ujarnya, Senin (14/9/2026).
Riswan menyebut banyak petani cemas tanaman padi tidak bertahan jika kekurangan air terus terjadi. Di usia 1,5 bulan, tanaman sangat membutuhkan air untuk menjaga pertumbuhan hingga masa panen.
“Kami berharap ada solusi dari dinas terkait untuk persawahan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dikhawatirkan berdampak terhadap hasil produksi,” tuturnya.
Menanggapi keluhan warga, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma, Arian Sosial menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Balai Pengelola Irigasi.
“Kami akan berkoordinasi dengan Balai. Karena pekerjaan irigasi tetap berjalan, kami akan meminta agar irigasi dibuka sementara waktu untuk menyelamatkan kondisi pertanian yang saat ini terdampak pengeringan irigasi,” katanya.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menyelamatkan pertanaman yang sudah terlanjur ditanam petani.
(Penulis: Rahmat)