PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Berkendara aman bukan sekadar mampu mengendalikan sepeda motor. Pengendara juga dituntut mampu menjaga konsentrasi, mengendalikan emosi, serta mengambil keputusan secara tepat agar tidak meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.
Astra Motor Bengkulu mengingatkan sedikitnya empat perilaku yang perlu dihindari saat berkendara, terutama oleh pelajar yang mulai aktif menggunakan sepeda motor untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan dalam edukasi safety riding di SMK Negeri 1 Kota Bengkulu, Rabu (30/9/2026). Mengusung materi Riding Ethic dan Defensive Riding, edukasi ini menekankan pentingnya membangun perilaku berkendara yang aman, santun, peduli, dan bertanggung jawab.
Pesan tersebut dirangkum melalui tema “Gaspol Dangak: Gerakan Aman, Santun, Peduli, Optimal, Dahulukan Akal, Nahan Amarah di Jalan.”
Instruktur Safety Riding Astra Motor Bengkulu, Noval Yunaidi, mengatakan kemampuan mengendalikan sepeda motor harus berjalan seiring dengan kemampuan mengendalikan diri.
“Motor bisa dikendalikan dengan tangan, tetapi keselamatan dimulai dari cara kita mengendalikan diri. Jangan asal gaspol. Dahulukan akal, kendalikan emosi, dan pastikan setiap keputusan di jalan tetap aman,” kata Noval.
Empat Perilaku yang Harus Dihindari
Pertama, melakukan aktivitas lain saat berkendara.
Membagi perhatian dengan aktivitas lain dapat mengganggu konsentrasi pengendara. Kondisi tersebut membuat pengendara berpotensi terlambat melihat bahaya, merespons perubahan situasi, maupun mengambil tindakan yang diperlukan.
Kedua, berkendara terburu-buru.
Keinginan untuk cepat sampai tujuan dapat membuat pengendara mengambil keputusan secara tergesa-gesa. Padahal, semakin sedikit waktu yang tersedia untuk membaca situasi, semakin kecil pula kesempatan pengendara mengantisipasi potensi bahaya.
Ketiga, merasa harus selalu didahulukan.
Sikap ingin menang sendiri di jalan dapat mendorong perilaku agresif dan memicu konflik dengan pengguna jalan lain. Karena itu, pengendara perlu mengedepankan etika, menghormati pengguna jalan lain, serta tidak memaksakan kehendak.
Keempat, memaksakan diri.
Pengendara perlu memahami batas kemampuan diri dan kondisi perjalanan. Memaksakan berkendara ketika kondisi fisik maupun situasi tidak memungkinkan dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.
Noval menjelaskan, prinsip defensive riding mengajarkan pengendara untuk tidak hanya berhati-hati terhadap dirinya sendiri, tetapi juga mengantisipasi kemungkinan kesalahan yang dilakukan pengguna jalan lain.
Karena itu, pengendara perlu membiasakan diri membaca situasi, menjaga jarak aman, mengendalikan kecepatan, dan mengambil keputusan secara tenang.
“Di jalan kita tidak pernah tahu apa yang akan dilakukan orang lain. Jangan hanya merasa paling benar. Kita harus selalu siap mengantisipasi dan memberikan ruang keselamatan,” ujarnya.

