Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Tingkatkan Kapasitas Pelayanan, Dinas Sosial Kota Bengkulu Gelar Pelatihan Sensitivitas Disabilitas

 

PedomanBengkulu.com, Bengkulu- Dinas Sosial Kota Bengkulu melaksanakan kegiatan pelatihan sensitivitas disabilitas bagi pegawai sebagai upaya meningkatkan pemahaman, kepedulian, empati dan peningkatan kapasitas Tim Dinsos dalam Penaganan dan memberikan pelayanan kepada penyandang disabilitas.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Panti Amal Mulia, Kota Bengkulu, Senin (10/8/2026), dan diikuti oleh pegawai Dinas Sosial Kota Bengkulu.

Kepala Sekolah SD Amal Mulia, Hetty Hartati, menyambut baik kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Sosial Kota Bengkulu tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk membangun kepekaan masyarakat maupun aparatur terhadap keberadaan dan kebutuhan penyandang disabilitas.

«Kami menyambut baik kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Sosial. Kami berharap kepekaan dan kepedulian kita terus tumbuh dalam menghadapi dan mendampingi penyandang disabilitas yang ada di Kota Bengkulu," ujar Hetty.»

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan anak-anak dan penyandang disabilitas serta memahami potensi dan kemampuan yang mereka miliki.

Guru Pendamping SD Amal Mulia, Virly, menyampaikan bahwa anak-anak penyandang disabilitas memiliki semangat dan keinginan yang kuat untuk berkembang. Menurutnya, keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk terus belajar dan mencoba hal-hal baru.

"Semangat anak-anak untuk maju sangat kuat. Mereka terus berusaha, belajar, dan berani mencoba hal-hal baru," kata Virly.

la mencontohkan Rekson, penyandang tunanetra berusia 24 tahun yang memiliki kemampuan bermain drum serta menunjukkan sikap dan kepribadian yang baik.

"Rekson adalah salah satu contoh bahwa keterbatasan tidak menghalangi seseorang untuk mengembangkan potensi. Ia bisa bermain drum, memiliki sikap yang baik, dan terus bersemangat untuk belajar serta mencoba hal-hal baru," tambahnya.

Sementara itu, Nengsi, penyandang tunarungu berusia 19 tahun, menyampaikan pesan agar penyandang disabilitas terus memiliki semangat untuk mengembangkan kemampuan sehingga dapat bekerja dan hidup mandiri.

"Jangan menyerah dan tetap semangat. Kita harus terus belajar agar nantinya bisa bekerja dan mandiri," ujar Nengsi.

Guru Pendamping SD Amal Mulia, Firly, menambahkan bahwa dalam mendampingi penyandang disabilitas, diperlukan empati dan cara pandang yang setara.

“Dalam menghadapi anak-anak ini, kita harus memiliki empati dan menempatkan mereka pada posisi yang setara. Mereka sama seperti kita. Mereka bisa sedih, kecewa, dan marah. Yang membedakan adalah cara kita berinteraksi dan strategi dalam mendampingi serta mengajar mereka,” jelas Firly.

Melalui kegiatan pelatihan sensitivitas disabilitas ini, Dinas Sosial Kota Bengkulu diharapkan dapat terus memperkuat kapasitas pegawai dalam memahami kebutuhan penyandang disabilitas, sekaligus mendorong terwujudnya pelayanan sosial yang lebih inklusif, ramah, dan setara bagi seluruh masyarakat.