PedomanBengkulu.com, Jakarta — Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI) Hj Leni Haryati John Latief mengapresiasi upaya pemerintah daerah di Provinsi Bengkulu dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada peringatan Hari UMKM Nasional 2026 yang jatuh hari ini, Rabu (12/8/2026).
Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu ini menjelaskan, perkembangan UMKM Bengkulu menunjukkan tren positif dengan jumlah pelaku usaha aktif mencapai 44.773 UMKM hingga pertengahan 2026.
“Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, perbankan, dan lembaga pembiayaan telah memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha kecil di Bengkulu,” kata Hj Leni Haryati John Latief.
Dewan Pakar Daerah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Provinsi Bengkulu ini menyoroti keberhasilan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp2,16 triliun kepada 25.555 debitur serta pembiayaan Ultra Mikro (UMi) sebesar Rp57,25 miliar untuk 8.377 debitur sebagai langkah penting memperluas akses permodalan.
Mantan Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Bengkulu ini juga mengapresiasi penataan kawasan ekonomi kreatif Belungguk Point yang menampung 160 pelaku UMKM serta pengembangan gerai Koperasi Merah Putih di tingkat kelurahan untuk memperkuat distribusi produk lokal.
Selain itu, ia menilai program pelatihan branding media sosial, penguatan fungsi PLUT KUMKM, dan pendataan usaha melalui Sensus Ekonomi 2026 menjadi bagian penting agar UMKM Bengkulu dapat naik kelas.
Senator asal Bengkulu ini berharap peringatan Hari UMKM Nasional 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh pihak dalam mendorong UMKM Bengkulu tumbuh lebih modern, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Mengenai harapannya terhadap pemerintah, Pembina Bundo Kanduang Provinsi Bengkulu ini menilai penting untuk terus mendorong percepatan integrasi ekosistem digital, perluasan akses pembiayaan tanpa agunan, kemudahan perizinan dan sertifikasi usaha, serta penguatan perlindungan pasar bagi produk lokal.
“UMKM adalah tulang punggung perekonomian nasional. Pemerintah perlu memastikan pelaku usaha kecil mendapatkan akses pembiayaan yang lebih mudah, pendampingan digital yang berkelanjutan, serta keberpihakan pasar dan logistik agar produk daerah mampu bersaing secara nasional,” demikian Hj Leni Haryati John Latief.