Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Rakor Sinergitas Program Bangga Kencana, Pemkab Lebong Tegaskan Komitmen Bersama Turunkan Stunting


Rakor Sinergitas Program Bangga Kencana, Pemkab Lebong Tegaskan Komitmen Bersama Turunkan Stunting/spy
 
PedomanBengkulu.com, Lebong - Pemerintah Kabupaten Lebong menggelar Rapat Koordinasi Sinergitas dan Konsolidasi Program Bangga Kencana dalam rangka Penurunan Angka Stunting Tahun 2026, bertempat di Aula Pendopo Rumdin Bupati Lebong, Senin (10/8/2026). Kegiatan ini dihadiri Kepala Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid, unsur Forkopimda, Ketua Komisi I dan III DPRD Kabupaten Lebong, Pj Sekda Lebong, Ketua TP-PKK dan Ketua GOW Kabupaten Lebong beserta jajaran, para Staf Ahli Bupati, Asisten, Kepala OPD, Instansi Vertikal, Camat, Lurah dan Kepala Desa se-Kabupaten Lebong.

Tampak hadir juga jajaran Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Kepala Puskesmas, PKB/PLKB, Tim Pendamping Keluarga (TPK), Duta GenRe, Perwakilan dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh panitia penyelenggara kegiatan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Pengendalian Penduduk, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP2PAKB) Kabupaten Lebong.

Dibincangi usai Rakor, Bupati Lebong H. Azhari, SH. MH menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Lebong, dalam mempercepat penurunan angka stunting hingga ke tingkat yang paling rendah, bahkan jika memungkinkan mencapai angka nol.
 
Dijelaskan Azhari, dalam rakor juga digelar pelantikan dan pengukuhan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) serta Tim Pendamping Keluarga (TPK), yang merupakan langkah nyata dalam pendampingan langsung ke masyarakat. Dalam program bangga kencana dan gerakan orang tua asuh.
 
"PLKB dan TPK telah kami lantik untuk 12 kecamatan, masing-masing satu petugas di setiap kecamatan. Tugas mereka adalah mendampingi keluarga secara langsung, mulai dari pelayanan Keluarga Berencana, pemantauan ibu hamil, ibu menyusui, tumbuh kembang balita, hingga pengawasan pencegahan stunting di lapangan," tegas Azhari.
 
Ditambahkan Azhari, kehadiran Kepala dan jajaran Kantor perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, menjadi harapan besar agar penanganan stunting di Lebong berjalan lebih terarah dan terukur.

"Kami berharap dengan dukungan BKKBN Provinsi, angka stunting di Kabupaten Lebong dapat terus menurun, dan suatu saat nanti seperti yang kita cita-citakan, kalau bisa mencapai angka nol," tambahnya.
 
Azhari juga menyebutkan, Pemkab Lebong berkomitmen tidak hanya sebatas pelayanan di puskesmas atau rumah sakit, melainkan mendatangi warga secara langsung. Pemkab Lebong juga menyiapkan mobil pelayanan khusus, agar warga tidak kesulitan mengakses layanan kesehatan. Para pendamping yang telah dilantik akan turun ke rumah-rumah, memberikan informasi, memantau kondisi, dan jika ditemukan permasalahan kesehatan akan segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
 
"Kami sangat berkomitmen untuk mengurangi, bahkan menghilangkan stunting di Lebong. Bukan hanya di ruang rapat, tapi di setiap rumah warga. Tidak boleh ada ibu hamil, ibu menyusui, maupun balita yang tidak terpantau. Kita hadir, kita dampingi, dan kita pastikan tumbuh kembang anak-anak Lebong terjamin sehat dan optimal," pungkasnya.

Menindaklanjuti arahan Bupati Lebong terkait pelaksanaan Program Bangga Kencana dan Gerakan Orang Tua Asuh, Plt. Kepala DP2PAKB Kabupaten Lebong, Eropa, SKM ME menyebutkan, langkah konkret dan komitmen penuh pihaknya dalam menekan angka stunting di Kabupaten Lebong.
 
"Kami dari DP2PAKB sangat berkomitmen sepenuhnya, sesuai arahan Bapak Bupati untuk menurunkan dan menekan angka stunting di Kabupaten Lebong," ucap Eropa.
 
Dikatakan Eropa, pelaksanaan program akan dilakukan dengan memberdayakan seluruh jajaran penyuluh KB di setiap kecamatan, melibatkan PLKB, IPeKB, Serta Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang beranggotakan bidan, kader, dan unsur PKK. Seluruh tim ini akan bekerja mencakup 12 kecamatan, 93 desa, dan 11 kelurahan di Kabupaten Lebong.
 
"Mereka akan melakukan pendataan, pemantauan, dan pengawasan menyeluruh. Pemantauan tidak hanya ditujukan bagi bayi di bawah dua tahun, tetapi sudah dimulai sejak pasangan memulai rumah tangga. Inilah langkah awal kita untuk menekan angka stunting," ungkapnya.
 
Eropa juga menerangkan, stunting pada dasarnya tidak dapat diobati, namun dapat dicegah melalui pendekatan dini dan pemantauan yang ketat. Oleh karena itu, pendataan dan pemantauan sedini mungkin menjadi kunci utama, mencakup aspek sanitasi serta kelayakan kondisi rumah tangga. Selain kekuatan internal pemerintah, DP2PAKB juga menjalin kerja sama dengan pihak ketiga untuk memperkuat penanganan stunting.

"Kami berkolaborasi dengan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dan Baznas. Keduanya akan membantu memberikan dukungan berupa bantuan sosial. Kerja sama ini membuktikan bahwa penurunan angka stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah semata, melainkan melibatkan partisipasi dunia usaha dan lembaga kemasyarakatan," tutup Eropa.[spy]