PedomanBengkulu.com, Lebong – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu H. Zulhendri, S.Sos., M.Pd akhirnya angkat bicara, menanggapi keluhan sejumlah siswa kelas XI SMK Negeri 1 Lebong yang hingga kini belum menerima seragam sekolah baru. Masalah ini kini menjadi atensi serius Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu, karena dinilai berdampak langsung pada semangat belajar peserta didik.
Menurut Zulhendri, keterlambatan pembagian seragam yang disebabkan belum tuntasnya pekerjaan dari pihak penyedia jasa atau penjahit seragam sekolah tersebut, sudah tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Kadis berharap polemik seragam sekolah ini harus segera diselesaikan, sehingga siswa dapat segera mengenakan seragam yang layak dan hak mereka terpenuhi dengan baik.
"Sudah saya hubungi penjahitnya agar segera menyelesaikan pekerjaan seragam sekolah tersebut, sesuai tanggung jawabnya," tegas Zulhendri saat dikonfirmasi pedomanbengkulu.com, Selasa (28/7/2026).
Dikatakan Zulhendri, pihaknya memberikan tenggat waktu tegas bagi penyedia jasa, untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan dan memberikan kejelasan pada minggu ini juga. Apalagi proses pengadaan seragam sekolah ini, sudah berjalan hampir satu tahun namun kenyataannya belum rampung.
"Jika dalam minggu ini tidak ada kejelasan dan penyelesaian, berarti tidak ada itikad baik dari penyedia. Kami akan serahkan urusan ini ke pihak berwajib, karena hal ini sudah mengandung unsur penipuan," ancam Zulhendri.
Sementara SM, penjahit dan penanggungjawab penyedia seragam sekolah di SMKN 1 Lebong, hingga berita ini ditayangkan tidak menjawab dan tidak memberikan klarifikasi atas konfirmasi dari pedomanbengkulu.com.[spy]