Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Jangan Anggap Sepele! Merokok Saat Berkendara Bisa Picu Kecelakaan Fatal

PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Kebiasaan merokok saat mengendarai sepeda motor masih sering ditemui di jalan raya. Sekilas terlihat biasa, namun di balik itu tersimpan potensi bahaya serius yang dapat berujung pada kecelakaan, bahkan merenggut nyawa.

Merokok saat berkendara bukan hanya soal etika, tetapi menyangkut aspek keselamatan yang krusial. Aktivitas ini secara langsung membagi fokus pengendara. Satu tangan digunakan untuk memegang rokok, sementara perhatian terpecah antara mengendalikan kendaraan dan aktivitas merokok. Dalam kondisi lalu lintas yang dinamis, keterlambatan sepersekian detik saja bisa menjadi pemicu kecelakaan.

Selain itu, asap rokok yang dihasilkan dapat mengganggu pandangan. Bagi pengendara sendiri, asap bisa masuk ke mata dan menyebabkan perih atau refleks berkedip. Sementara bagi pengendara di belakang, asap tersebut dapat mengaburkan jarak pandang, terutama dalam kondisi padat atau saat malam hari. Situasi ini memperbesar risiko tabrakan beruntun.

Bahaya lain yang kerap diabaikan adalah bara api rokok. Abu atau puntung rokok yang terlepas dapat mengenai kulit pengendara lain, khususnya pengendara sepeda motor yang tidak terlindungi. Dalam beberapa kasus, hal ini dapat memicu reaksi kaget yang berujung hilangnya kendali kendaraan.

Instruktur Safety Riding Astra Motor Bengkulu, Noval Yunaidi, menegaskan bahwa merokok saat berkendara merupakan perilaku berisiko tinggi yang tidak boleh ditoleransi.

“Berkendara membutuhkan konsentrasi penuh. Ketika seseorang merokok di atas motor, fokusnya otomatis terbagi. Asap bisa mengganggu pandangan, bara rokok berpotensi melukai, dan kontrol terhadap kendaraan tidak maksimal. Ini kombinasi yang sangat berbahaya,” ujarnya.

Noval juga menambahkan bahwa keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengemudi, tetapi juga disiplin dalam menghindari distraksi sekecil apa pun.

“Sering kali kecelakaan terjadi bukan karena tidak bisa mengendarai, tapi karena lalai. Merokok saat berkendara adalah bentuk kelalaian yang disengaja. Jangan tunggu celaka baru sadar. Hentikan kebiasaan ini sebelum menjadi penyebab kecelakaan,” tegasnya.

Ia mengimbau seluruh pengendara untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama setiap kali berada di jalan.

“Kalau ingin merokok, berhentilah di tempat yang aman. Jangan lakukan saat kendaraan berjalan. Pastikan kedua tangan memegang kendali penuh dan pikiran tetap fokus. Ingat, keselamatan Anda juga menentukan keselamatan orang lain. Terapkan prinsip #Cari_Aman dalam setiap perjalanan,” tutup Noval.