Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Walikota Rancang Super App ‘ADOL’, Satukan Seluruh Layanan Publik Kota Bengkulu dalam Satu Genggaman

 

PedomanBengkulu.com, Bengkulu- Pemerintah Kota Bengkulu melaui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah mempersiapkan sebuah terobosan besar dalam dunia pelayanan publik berbasis digital.

Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi memaparkan rencana peluncuran sebuah aplikasi super (Super App) terintegrasi yang diberi nama ADOL (Ado Galo). Platform satu pintu (one-stop service) ini dirancang untuk menyatukan seluruh layanan digital dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Bengkulu dan berbagai stakeholder.

Langkah ini diambil sebagai bentuk percepatan transformasi menuju Smart City yang responsif, transparan, sekaligus mengatasi keterbatasan memori ponsel masyarakat yang selama ini terbebani oleh terlalu banyak aplikasi biokrasi.

Dalam penyampaiannya pada Rabu (23/9/2026), Dedy mengungkapkan bahwa ide pembuatan aplikasi ini muncul setelah dirinya mengikuti kegiatan studi tiru bersama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI ke Singapura.

Di sana, ia melihat efektivitas aplikasi Singpass yang mampu mengintegrasikan seluruh urusan warga negara. Konsep serupa juga telah diterapkan di ibu kota melalui aplikasi JAGA JAKARTA.

Selama ini, masyarakat Kota Bengkulu harus mengunduh aplikasi yang berbeda-beda jika ingin berurusan dengan pemerintah. Mulai dari aplikasi milik Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), hingga Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

"Selama ini Bapenda punya aplikasinya, DPMPTSP punya aplikasi, Dukcapil punya aplikasi. Nah, sekarang Kominfo kemarin saya minta, Bu Lia dan tim, itu membuat satu aplikasi saja. Karena tidak mungkin semua masyarakat punya kapasitas memori yang tinggi di HP-nya," ujar Dedy.

Nama ADOL sendiri diambil dari dialek lokal Bengkulu, yaitu "Ado Galo" yang berarti "Ada Semua". Melalui satu aplikasi ini, warga dapat mengakses berbagai fitur penting, mulai dari laporan pengaduan, pengurusan administrasi kependudukan seperti KTP, pendaftaran program nikah gratis, hingga pemantauan berita terkini dan akses nomor darurat 112.

Selain itu, integrasi untuk pembayaran pajak, termasuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), juga akan dimasukkan ke dalam sistem. Terkait hal ini, Pemkot Bengkulu terus mendorong mitra perbankan seperti Bank Bengkulu untuk melakukan percepatan dukungan sistem.

"Di aplikasi ADOL itu bisa nanti pilihannya menunya misalkan mulai dari laporan masyarakat, ingin bayar pajak, kependudukan, kemudian mau apa, misalkan nikah gratis, kemudian mau buat KTP, itu semua ada di sana. Termasuk juga bayar PBB," tambahnya.

Meski begitu, Dedy menekankan kepada Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Bengkulu agar memastikan keandalan sistem sebelum resmi diluncurkan ke publik.

"Jadi nanti insya allah kami akan launching, tapi saya katakan supaya jangan malu-maluin pastikan betul supporting-nya, kemudian server-nya harus aman," tegas Dedy.

Inovasi Super App ADOL ini ternyata telah menarik perhatian di tingkat nasional. Saat dipaparkan dalam forum strategis Lemhannas RI yang dihadiri oleh 25 kepala daerah dari seluruh Indonesia, konsep digitalisasi pelayanan publik milik Kota Bengkulu ini dinobatkan sebagai yang terbaik.

Bahkan, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya memberikan apresiasi tinggi dan berencana menjadikan aplikasi ADOL sebagai percontohan nasional untuk diadopsi oleh daerah lain.

"Alhamdulillah dari 25 kepala daerah waktu itu, Kota Bengkulu terbaik di antara yang lain. Sampai Pak Wamendagri, Pak Bima Arya menyampaikan, 'Pak Wali, nanti kalau msal itu sudah settle, sudah jalan, tolong sampaikan. Akan kita adopsi di daerah lain juga seperti itu,'" kenang Dedy dengan bangga.

Dengan hadirnya aplikasi ADOL nantinya, Pemkot Bengkulu berharap seluruh laporan kedaruratan masyarakat, termasuk koordinasi dengan tim Damkar dan OPD lainnya, dapat terjalin dengan lebih cepat, memangkas birokasi, dan menghapus batas ruang dan waktu dalam melayani warga.