Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Berbagai Kelurahan Jadi Pelopor Gerakan Budidaya Maggot Pengurai Sampah

 
PedomanBengkulu.com, Bengkulu-  Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus menggalakkan program budidaya maggot sebagai solusi kilat untuk mengurai persoalan sampah organik yang selama ini menumpuk.

Program inovatif ini dirancang terintegrasi dengan sistem ekonomi sirkular guna memberikan dampak ekonomi langsung sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Kepala DLH Kota Bengkulu Anshar Amin mengungkapkan bahwa metode penguraian berbasis biokonversi maggot Black Soldier Fly (BSF) ini jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan metode pengomposan konvensional yang membutuhkan waktu lama.

"Kalau pengomposan biasa membutuhkan waktu berbulan-bulan, maggot mampu mengurai sampah organik hanya dalam hitungan jam. Ini menjadi solusi cepat yang sangat potensial untuk menekan volume sampah di Kota Bengkulu," ujar Anshar saat memberikan keterangan kepada media, Rabu (30/9/26).

Anshar menjelaskan, program ini tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan dan pengurangan beban tempat pembuangan akhir (TPA).

Lebih dari itu, program budidaya maggot ini juga menyasar sektor ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat secara luas. Melalui sistem ekonomi sirkular, sampah yang dulunya dianggap sebagai masalah kini dialihkan menjadi sumber daya baru yang produktif.

"Ini konsep ekonomi sirkular. Sampah organik diolah menjadi maggot, kemudian maggot menjadi pakan ikan lele. Hasilnya bisa dimanfaatkan masyarakat sekaligus mendukung upaya penanganan stunting melalui konsumsi ikan bergizi," jelasnya.

Guna memastikan keberlanjutan dan keberhasilan program di tingkat tapak, DLH Kota Bengkulu bergerak aktif menggandeng pihak akademisi serta berbagai komunitas lingkungan. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pendampingan teknis secara langsung kepada warga di lapangan agar mereka dapat mengelola budidaya maggot secara mandiri.

Saat ini, program budidaya maggot sudah mulai digalakkan di sejumlah wilayah strategis. Beberapa kelurahan yang telah aktif menjalankan program ini di antaranya adalah Kelurahan Tebeng, Kelurahan Lingkar Barat, Sawah Lebar, Sukarami, Padang Serai, Kelurahan Tanah Patah, dan Jalan Gedang.

Pemerintah berharap program ini dapat terus mereplikasi ke wilayah lain sehingga target pengurangan sampah kota dapat tercapai secara optimal.