Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Senator Leni John Latief: Saatnya Pramuka Menjadi Benteng Generasi Digital


PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Peringatan Hari Pramuka 2026 yang jatuh pada hari ini, Jumat (14/8/2026), cukup istimewa, sebab, puncak peringatan diselenggarakan bersamaan dengan pembukaan Jambore Nasional (Jamnas) XII 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Kwartir Nasional mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”

Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Hj Leni Haryati John Latief mengatakan, saat ini Pramuka harus tampil sebagai kekuatan pendidikan karakter yang relevan dengan tantangan abad digital dengan nilai-nilai religius, disiplin, gotong royong, dan kesucian perilaku yang telah lama tertanam dalam Trisatya dan Dasa Darma.

"Generasi emas harus tumbuh tanpa narkoba, pornografi, dan pergaulan bebas. Pramuka harus menjadi gerakan yang mampu mendorong generasi emas memanfaatkan teknologi secara cerdas. Latihan-latihan yang dijalani mesti membentuk pendidikan yang menanamkan tanggung jawab sosial sekaligus keterampilan masa depan," kata Hj Leni Haryati John Latief.

Lulusan Magister Administrasi Publik Universitas Bengkulu ini menjelaskan, Presiden Soekarno mengesahkan Gerakan Pramuka pada Agustus 1961 sebagai bagian dari nation and character building, yakni upaya mengisi kemerdekaan dengan manusia Indonesia yang berwatak luhur, mandiri, dan patriotik. 

"Jika kemerdekaan adalah gerbang emas bangsa, maka Pramuka disiapkan untuk memastikan siapa yang akan melangkah melewati gerbang itu," ujar Hj Leni Haryati John Latief.

Dewan Pakar Daerah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Provinsi Bengkulu ini menekankan, bulan Agustus selalu menghadirkan euforia kebangsaan lewat berbagai lomba tradisional, kerja bakti, malam tirakatan, dan berbagai kegiatan kampung.

"Semuanya mengandung pelajaran sosial dalam hal kerja sama, sportivitas, daya juang, dan solidaritas. Dalam suasana seperti inilah remaja lebih mudah diajak keluar dari isolasi digital dan kembali merasakan kebersamaan nyata. Karena itu, HUT Pramuka dan HUT RI seharusnya tidak dipandang sebagai dua perayaan terpisah," ungkap Hj Leni Haryati John Latief.

Pembina Bundo Kanduang Provinsi Bengkulu ini menambahkan, pada usia ke-65, Pramuka harus mampu membuktikan bahwa ia bukan sekadar warisan sejarah, melainkan investasi masa depan Indonesia.

"Generasi Emas 2045 tidak akan lahir dari seremoni dan slogan, tetapi dari jutaan anak muda yang religius, sehat, produktif, berkarakter, dan mau bekerja nyata untuk negeri. Agustus 2026 seharusnya menjadi titik tolak untuk memastikan cita-cita itu tidak berhenti sebagai tema peringatan, melainkan berubah menjadi gerakan nasional yang hidup di setiap gugus depan, sekolah, dan kampung di Indonesia," demikian Hj Leni Haryati John Latief.