PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman remaja mengenai pentingnya kesehatan mental, telah dilaksanakan kegiatan Edukasi dan Promosi Kesehatan Jiwa ke Sekolah bersama siswa-siswi SMP Negeri 8 Kota Bengkulu. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan kondusif bagi tumbuh kembang peserta didik, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan yang kerap muncul pada masa remaja.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala SMP Negeri 8 Kota Bengkulu, Ibu Ervina, S.Sn., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan edukasi kesehatan jiwa di lingkungan sekolah. Menurutnya, pembekalan mengenai kesehatan mental sangat penting diberikan kepada peserta didik sejak dini agar mereka mampu mengenali, memahami, serta mengelola berbagai persoalan yang dihadapi selama masa pertumbuhan.
Beliau juga berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan baru kepada siswa-siswi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, membangun karakter yang positif, serta menghindari berbagai perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala Ruangan Kesehatan Jiwa Masyarakat (Keswamas), Ibu Fauziana, SKM. Dalam kesempatan tersebut, beliau menjelaskan bahwa kesehatan jiwa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan secara menyeluruh. Oleh karena itu, edukasi kepada kelompok remaja menjadi salah satu langkah strategis dalam upaya promotif dan preventif untuk mencegah munculnya berbagai permasalahan kesehatan mental di masa mendatang.
Memasuki sesi utama, materi edukasi disampaikan oleh dr. Anastasia V. F. Sipayung, M.Ked(KJ), Sp.KJ. dengan mengangkat topik “Kenakalan Remaja dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental.” Materi disampaikan secara komunikatif dan interaktif sehingga mudah dipahami oleh para peserta.
Dalam pemaparannya, dr. Anastasia menjelaskan bahwa masa remaja merupakan fase pencarian jati diri yang sering kali diwarnai dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Apabila tidak disertai dengan kemampuan mengendalikan diri dan memilih lingkungan pergaulan yang baik, remaja berpotensi terlibat dalam berbagai bentuk kenakalan, seperti perundungan (bullying), tawuran, penyalahgunaan media sosial, perilaku berisiko, hingga penyalahgunaan zat adiktif.
Beliau menekankan bahwa berbagai bentuk kenakalan remaja tidak hanya berdampak pada pelanggaran norma sosial maupun hukum, tetapi juga dapat memberikan pengaruh negatif terhadap kesehatan mental. Perilaku tersebut dapat memicu munculnya stres, kecemasan, rasa bersalah, konflik dengan keluarga, penurunan prestasi belajar, hingga gangguan psikologis yang lebih serius apabila tidak segera ditangani.
Selain membahas dampak negatif kenakalan remaja, peserta juga diajak memahami pentingnya membangun pergaulan yang sehat, meningkatkan kemampuan mengontrol emosi, serta memiliki keberanian untuk mengatakan tidak terhadap ajakan yang bersifat negatif. Komunikasi yang terbuka dengan orang tua, guru, dan teman yang memberikan dukungan positif juga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan mental remaja.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para siswa-siswi aktif mengikuti jalannya edukasi serta berpartisipasi dalam sesi tanya jawab interaktif. Berbagai pertanyaan disampaikan peserta, mulai dari cara menghadapi tekanan dari teman sebaya, mengelola emosi ketika menghadapi masalah, hingga langkah yang dapat dilakukan apabila melihat teman mengalami kesulitan atau menunjukkan tanda-tanda gangguan kesehatan mental.Melalui diskusi tersebut, para peserta memperoleh pemahaman bahwa menjaga kesehatan mental merupakan tanggung jawab bersama. Setiap individu memiliki peran dalam menciptakan lingkungan sekolah yang saling menghargai, bebas dari perundungan, serta mendukung tumbuhnya rasa percaya diri dan kepedulian terhadap sesama.
Kegiatan Edukasi dan Promosi Kesehatan Jiwa ini diharapkan dapat menjadi bekal yang bermanfaat bagi siswa-siswi SMP Negeri 8 Kota Bengkulu dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dengan pengetahuan yang diperoleh, para remaja diharapkan mampu mengambil keputusan yang positif, membangun hubungan sosial yang sehat, serta menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesehatan mental yang baik, tangguh menghadapi tantangan, dan siap menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat dan harmonis.

