Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Senator Leni John Latief Tekankan Pentingnya Menjaga Martabat Garda Terdepan Pelayanan Kesehatan

PedomanBengkulu.com,Bengkulu —  Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Leni Haryati John Latief mengatakan, negara harus memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan dan perlindungan profesi perawat sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan.

Hal itu disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Perawat Internasional 2026 yang jatuh pada hari ini, Selasa (12/5/2026). Tahun ini, Hari Perawat Internasional mengusung tema “Our Nurses. Our Future. Empowered Nurses Save Lives” atau “Perawat Kita. Masa Depan Kita. Perawat yang Berdaya Menyelamatkan Nyawa”.

“Perawat adalah wajah pertama yang ditemui masyarakat ketika berhadapan dengan pelayanan kesehatan. Mereka hadir saat masyarakat membutuhkan pertolongan, mendampingi pasien dalam kondisi kritis, bahkan menjadi penopang utama layanan kesehatan hingga ke pelosok daerah,” kata Hj Leni Haryati John Latief.

Lulusan Magister Administrasi Publik Universitas Bengkulu ini menjelaskan, kualitas sistem kesehatan sangat ditentukan oleh bagaimana negara memperlakukan profesi perawat. Karena itu, momentum Hari Perawat Internasional harus menjadi pengingat bahwa kesejahteraan dan perlindungan tenaga kesehatan tidak boleh diabaikan.

"Alhamdulillah kondisi perawat di Bengkulu beberapa tahun ini menunjukkan perkembangan positif, terutama dalam peningkatan kompetensi tenaga kesehatan," ujar Hj Leni Haryati John Latief.

Selain itu, lanjutnya, muncul pula inovasi pelayanan humanis seperti program “Baper Hati” di Lapas Kelas IIA Bengkulu yang dinilai menjadi contoh pendekatan pelayanan kesehatan berbasis empati dan kemanusiaan.

“Ini menunjukkan bahwa perawat kita tidak hanya bekerja secara profesional, tetapi juga menghadirkan pendekatan kemanusiaan dalam pelayanan publik,” ujarnya.

Mantan Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Bengkulu ini juga menyoroti meningkatnya minat tenaga kesehatan Bengkulu bekerja di luar negeri, termasuk ke Taiwan sebagai caregiver. Menurutnya, kondisi itu membuktikan bahwa tenaga kesehatan Bengkulu memiliki daya saing global.

Namun demikian, ia mengingatkan masih adanya persoalan serius terkait kesejahteraan tenaga perawat, khususnya bagi tenaga non-ASN. Ia menjelaskan, perbedaan kesejahteraan antara perawat ASN dan non-ASN masih cukup tajam.

Selain masalah upah, Senator Bengkulu itu juga menyoroti persoalan ketimpangan distribusi tenaga kesehatan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil. Menurutnya, penumpukan tenaga kesehatan masih terjadi di Kota Bengkulu, sementara sejumlah wilayah terpencil masih kekurangan tenaga perawat.

“Penyebaran tenaga kesehatan harus dilakukan secara adil dengan pemberian insentif dan tunjangan khusus bagi perawat yang bersedia ditempatkan di daerah terpencil,” ungkap Hj Leni Haryati John Latief.

Tidak hanya itu, Pembina Bundo Kanduang Provinsi Bengkulu ini meminta adanya penguatan regulasi perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan menyusul masih ditemukannya kasus intimidasi terhadap perawat saat menjalankan tugas.

“Perawat adalah profesi kemanusiaan yang harus dijaga kehormatan dan keselamatannya. Negara wajib hadir memberikan perlindungan hukum yang kuat,” demikian Hj Leni Haryati John Latief. [**]