Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Butuh Rp 150 Miliar untuk Peremajaan Pasar Kota

[caption id="attachment_7487" align="alignleft" width="300"]Sumber Foto Bengkulu Ekspress.com (Sumber foto: bengkuluekspress.com)[/caption]

BENGKULU, PB - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bengkulu terus mematangkan konsep peremajaan sejumlah pasar rakyat di Kota Bengkulu.

"Di awal ini sudah ada dana sekira Rp 1 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus APBN," kata Kepala Disperindag Kota Bengkulu, Erwan Syafrial, kepada Pedoman Bengkulu, Kamis (5/11/2015).

Untuk meremajakan tiga pasar utama di Kota Bengkulu, lanjutnya, dibutuhkan dana sekira Rp 150 miliar. Rinciannya untuk Pasar Barukoto sebesar Rp 18 miliar, Pasar Minggu Rp 12 miliar dan Pasar Panorama Rp 120 miliar.

"Mungkin tidak bisa dibangun sekaligus. Tapi kebutuhannya tidak kurang dari jumlah tersebut," sampainya.

Erwan memaparkan, Disperindag Kota Bengkulu telah merancang bangunan Pasar Barukoto sebagai pasar wisata dan sentra kuliner. Kemudian Pasar Minggu sebagai pasar modern yang dapat bersaing secara sehat dengan ritel besar yang ada didekatnya.

"Sama dengan Pasar Minggu, Pasar Panorama rama juga kita harapkan dapat menjadi ritel modern. Namun karena kawasannya luas, kemudian ada penataan terminal juga, makanya anggarannya bisa sampai Rp 120 miliar," pungkasnya.

Peremajaan pasar rakyat telah lama dirindukan oleh warga Kota Bengkulu. Sejak kehadiran ritel modern, kondisi pasar rakyat terus terpuruk.

Awalnya, Pemerintah Kota sempat berniat untuk melakukan peremajaan pada tahun 2015 sebelum diinterupsi oleh janji Presiden RI Joko Widodo ketika mengunjungi Pasar Panorama akhir tahun 2014 silam.

Hingga saat ini, janji Presiden RI Joko Widodo untuk melakukan revitalisasi pasar rakyat di Kota Bengkulu belum pernah terealisasi. [RN]